Pilkada 2020 Ditunda, Tito: Jadwal Baru Tergantung Kondisi Covid-19

Pilkada 2020 Ditunda, Tito: Jadwal Baru Tergantung Kondisi Covid-19
Mendagri Tito Karnavian ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Asni Ovier / RSAT Selasa, 31 Maret 2020 | 22:15 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Mendagri Tito Karnavian mengatakan akan melihat perkembangan wabah Covid19 di Indonesia untuk menjadi rujukan penentuan kembali jadwal penyelenggaraan Pilkada 2020.

“Jadwal pelaksanaan Pilkada sangat tergantung pada kondisi perkembangan status Covid-19 di Indonesia, dan juga di 270 daerah peserta Pilkada 2020,” ujar Tito Karnavian dalam keterangan tertulis, Selasa (31/3/2020).

Tito mengatakan sama seperti kementerian dan lembaga negara lainnya, Kemendagri, saat ini, fokus menuntaskan masalah penanganan Covid 19 demi keselematan masyarakat. Urusan keselamatan rakyat dari serangan Covid-19 menjadi terpenting. "Pesta demokrasi  Pilkada 2020 menjadi urusan berikutnya. Itu komitmen dan urgensi kita sekarang,” tegas Tito.

Tito menjelaskan perang melawan Covid-19 ini bukan hanya dihadapi Indonesia. Tapi sudah menjadi ancaman global atau dunia. Banyak even besar, termasuk Olimpiade 2020 di Tokyo harus ditunda. Lebih 200 negara di bumi ini terdampak, dan masing-masing berjuang keras keluar dari pandemik mematikan ini.

Menurut Tito pandemik Covid 19 tak bisa diselesaikan secara lokal maupun nasional, tapi harus lewat kerja sama secara internasional juga. “Selaku Mendagri beserta jajaran saya ingin fokus bekerja untuk menyelesaikan masalah pandemik global ini di negara kita,” tandas Tito, yang juga mantan Kapolri ini.

Tito mengatakan atas undangan Komisi 2 DPR, Senin kemarin  dirinya menghadiri rapat bersama KPU, Bawaslu, DKPP di DPR. Tito menyepakati usulan KPU untuk menunda Pilkada 2020.

Tak hanya Mendagri, ternyata, semua pimpinan dan anggota komisi 2 DPR, Bawaslu dan DKPP juga sepakat atas usulan penundaan Pilkada oleh KPU. Semua memahami bahwa kondisi serangan Covid 19, seperti saat ini, tak memungkinkan KPU melakukan tahapan-tahapan Pilkada. Khususnya menyangkut tahapan teknis Pilkada seperti coklit data pemilih, kampanye, dan pemungutan suara yang semuanya akan dipastikan bertabrakan dengan protokol pencegahan Covid 19 tentang physical distancing dan pembatasan sosial lainnya.

Atas hasil rapat bersama tersebut Tito juga langsung bergerak cepat. Dia langsung memerintahkan jajarannya untuk segera berkordinasi dengan kementerian terkait, utamanya dengan Sekretariat Negara, untuk mulai menyusun Perppu Pilkada 2020 sebagai perubahan atas UU 10/2016 yang mengatur Pilkada 2020.

Dikatakan fokus saat ini adalah memobilisasi sumberdaya nasional, termasuk seluruh Pemda, seperti pemerintah provinsi, kabupaten, kotamadya dan seluruh elemen masyarakat untuk bersatu padu melawan Covid 19 demi keselamatan rakyat. Seluruh perangkat kebijakan dan protokol teknis sudah dimiliki.

“Bila perang melawan Covid 19 ini tuntas dan selesai, maka saya dan teman-teman di DPR, KPU, Bawaslu dan DKPP akan bertemu lagi untuk urun rembug menentukan jadwal pelaksanaan Pilkada 2020,” pungkas Tito.

 



Sumber: BeritaSatu.com