Pemkot Medan Siapkan Lahan Pemakaman Khusus Corona

Pemkot Medan Siapkan Lahan Pemakaman Khusus Corona
Ilustrasi virus "corona". ( Foto: Antara )
Arnold H Sianturi / WBP Rabu, 1 April 2020 | 04:58 WIB

Medan, Beritasatu.com - Pemerintah Kota (Pemko) Medan menyiapkan lahan pemakaman khusus bagi korban meninggal akibat virus corona (Covid-19). Lahan ini disiapkan sebagai upaya alternatif mengantisipasi penolakan warga terhadap jenazah positif Covid-19.

“Pemkot Medan sudah menyiapkan tempat pemakaman khusus jenazah yang meninggal positif corona. Hal ini kita siapkan karena selama ini ada hambatan seperti penolakan warga. Makanya kita siapkan tempat penguburan khusus, tim penanganan khusus serta alat penguburan khusus,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan Edwin Effendi di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30 Medan, Selasa (31/3/2020).

Lebih lanjut dikatakannya, melalui upaya tersebut, proses penguburan jenazah positif Covid-19 tidak akan menjadi masalah di lingkungan masyarakat. “Untuk penguburan korban meninggal kita sudah lakukan terlebih dahulu pengamanan dari rumah sakit. Jenazah sudah dibungkus plastik kedap dan peti dikunci sehingga tidak menularkan lagi,” katanya.

Baca juga: Tangani Pasien Virus Corona, RS Minta Dukungan Pendanaan dari Pemerintah

Untuk itu, masyarakat diimbau tidak cemas dan ragu. Namun, hal penting yang harus dijaga proses penguburannya harus cepat sebelum 4 jam. Apalagi dengan tim pengubur yang betul bisa bekerja maksimal tentunya proses penguburan tidak akan lagi dapat menularkan.

Terkait lokasi lahan penguburan yang telah disiapkan tersebut, Edwin belum menyebutkannya secara rinci. “Kalau lokasinya nantilah kita informasikan. Yang pasti sudah kita siapkan,” ujar Edwin.

Dalam kesempatan tersebut, Edwin juga menyampaikan upaya telah dilakukan untuk penanggulangan Covid-19 di Medan. “Kasus Covid-19 ini meningkat cepat. Ini merupakan kejadian yang luar biasa dengan angka kematian cukup tinggi. Apalagi mobilitas penduduk masih banyak di luar tentu berisiko. Ditambah dengan keterbatasan sarana dan peralatan kesehatan, kita tetap mengupayakan semaksimal mungkin dalam keadaan darurat untuk tetap menyelamatkan,” terang Edwin.

Baca juga: Lagi, 1 WNI Meninggal Akibat Virus Corona di Luar Negeri

Kondisi saat ini di Medan, ODP mencapai 495 orang, PDP sebanyak 58 orang dan positif corona sebanyak 5 orang. "Meninggal positif sebanyak 1 orang dan meninggal PDP sebanyak 3 orang," kata dia.

Untuk menjaga kesehatan masyarakat Medan, tiga hal pokok yang dilakukan yakni pelayanan, pendampingan dan edukasi. Pelayanan dilakukan dengan menyiagakan jajaran kesehatan mulai dari puskesmas hingga seluruh rumah sakit di Kota Medan, baik rumah sakit pemerintah, TNI, Polri dan swasta untuk tetap melakukan pelayanan dengan maksimal.

Terkait pendampingan, lanjut Edwin, pihaknya melakukan pendataan lapangan. Jika ditemukan ODP maka akan dilakukan observasi. Kemudian pendampingan dan edukasi keluarga sehingga dapat lebih tenang dan tidak cemas. Pihaknya bersama lembaga masyarakat juga turut mengedukasi masyarakat untuk tetap tinggal di rumah dan menjaga pola hidup sehat.

“Prinsipnya jangan cemas, ragu dan panik. Yang penting tetap di rumah, jaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Karena kalau yang lainnya seperti hand sanitizer itu hanyalah pendukung,” terangnya.

Edwin juga mengimbau agar masyarakat tidak mudik. Hal ini bertujuan untuk menekan penyebaran Covid-19. “Mudik itu berisiko untuk keluarga yang mudik. Makanya lebih baik tidak mudik agar tidak berisiko untuk kita dan keluarga,”sebutnya.



Sumber: BeritaSatu.com