Gelar Rapat SKPA, Ini Strategi Penanganan Covid-19 Pemprov Aceh

Gelar Rapat SKPA, Ini Strategi Penanganan Covid-19 Pemprov Aceh
Rapat pimpinan SKPA bersama Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah melalui telekonferensi dari Posko Penanganan Covid-19 Setda Aceh, Selasa (31/3/2020). ( Foto: Pemprov Aceh )
Jayanty Nada Shofa / JNS Rabu, 1 April 2020 | 13:34 WIB

Banda Aceh, Beritasatu.com - Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah kembali mengadakan rapat pimpinan Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) melalui rapat telekonferensi dari Posko Penanganan Covid-19 Sekda Aceh pada Selasa (31/3/2020).

Beberapa strategi yang dibahas adalah penyediaan wastafel di setiap kecamatan hingga memastikan pasokan pangan.

Untuk mencegah penyebaran virus corona, pemerintah Aceh melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) dan Dinas Kesehatan akan menyediakan setidaknya satu unit wastafel per satu kecamatan.

"Mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun lebih bagus ketimbang hand sanitizer. Bukan hanya untuk mencegah penyebaran virus. Lebih jauh dari itu, kita ingin membangun budaya cuci tangan bagi masyarakat," ujar Nova pada rapat telekonferensi tersebut.

Langkah pencegahan lainnya adalah memastikan bus pengangkut penumpang dari luar Aceh tidak beroperasi selama pemberlakuan jam malam. Namun, hal ini tidak berlaku untuk angkutan pengangkut barang.

Menambah Tenaga Medis

Adapun pihak Kodam Iskandar Muda telah mengerahkan 108 personil tenaga medis di Rumah Sakit Kesdam, 108 personil kesehatan di rumah sakit tingkat IV Lhokseumawe, serta 47 petugas medis di rumah sakit tingkat IV Meulaboh. Namun demikian, mereka melaporkan adanya kekurangan alat pelindung diri (APD).

Tak hanya itu, sebayak 2.100 susu murni telah didistribusikan ke sejumlah rumah sakit dan posko kesehatan di Aceh. Sekitar 200 unit cairan pembersih tangan atau hand sanitizer dari Unsyiah akan didistribusikan ke puskesmas.

Nova menekankan, pengiriman hand sanitizer ini diutamakan ke daerah-daerah yang jarak aksesnya jauh dari ibu kota.

Jajaran SKPA seperti BPSDM dan Dinas Pendidikan telah mempersiapkan beberapa lokasi seperti Hotel Jeumpa bagi tenaga medis untuk beristirahat usai bertugas. 

Memastikan Pasokan Pangan

Berdasarkan laporan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Hanan, harga kebutuhan pokok di pasaran masih cenderung stabil. Namun, pihaknya berharap pengiriman gabah ke luar Aceh dapat dibatasi untuk menghindari menipisnya pasokan pangan.

Pada rapat tersebut, Dinas Pertanian dan Perkebunan juga diminta untuk mendata kelebihan dan kekurangan komoditi di daerah.

"Kalau terjadi apa-apa, kita bisa tukar komoditi antar wilayah," ujar Nova.

Di saat yang sama, Nova menghimbau kesehatan nelayan dapat terjamin dengan mengutamakan wastafel di komplek nelayan maupun pemberian penyuluhan hidup sehat.

"Nelayan saya pikir harus diutamakan sesudah paramedis. Mereka adalah komunitas yang perlu kita jaga. Andalan makanan kita selain di darat ya di laut. Mereka yang menyediakan cadangan makanan bagi kita semua," pungkasnya.



Sumber: PR