Kasus Positif Covid-19 di Kota Tangerang 29 Orang, Enam Meninggal

Kasus Positif Covid-19 di Kota Tangerang 29 Orang, Enam Meninggal
Aksi penyemprotan Disinfektan di lingkungan cluster Topaz, Tangerang, Selasa 24 Maret 2020. Kegiatan ini sebagai wujud pencegahan penyebaran Covid - 19 juga disertai penyebaran informasi tindakan cegah Covid - 19 kepada warga. ( Foto: BeritaSatu Photo / Emral Firdiansyah )
/ HS Rabu, 1 April 2020 | 14:03 WIB

Tangerang, Beritasatu.com - Jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Tangerang, Provinsi Banten hingga tanggal 1 April 2020 tercatat mencapai 29 orang. Dari jumlah tersebut, tercatat ada enam orang yang meninggal dan sembuh dua orang.

Berdasarkan data yang diperoleh melalui situ resmi covid19.tangerangkota.go.id pada Rabu (1/4/2020), pukul 12.00 WIB, di Tangerang menunjukkan bahwa untuk kasus positif Covid-19 tersebar di sebanyak 10 kecamatan dari total 13 kecamatan di Kota Tangerang.

Adapun rinciannya adalah di Kecamatan Periuk tiga kasus, di Kecamatan Cibodas satu kasus, di Kecamatan Batuceper satu kasus, di Kecamatan Karang Tengah satu kasus, di Kecamatan Neglasari satu kasus.

Lalu di Kecamatan Ciledug empat kasus, di Kecamatan Larangan dua kasus, di Kecamatan Tangerang delapan kasus, di Kecamatan Cipondoh tiga kasus, dan di Kecamatan Pinang lima kasus.

Sementara untuk untuk orang dalam pemantauan (ODP) ada sebanyak 561 orang dan pasien dalam pengawasan (PDP) ada 108 orang. Kemudian jumlah yang meninggal tercatat ada enam orang dan yang dinyatakan sembuh ada dua orang.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kota Tangerang dr Liza Puspadewi mengatakan dari hasil proses pelaksanaan tes cepat (rapid test) COVID-19 yang dilakukan Pemerintah Kota Tangerang sejak tanggal 26 Maret 2020 ditemukan 18 orang positif, tiga invalid dan 1.434 dinyatakan negatif.

Masyarakat yang menjadi prioritas pelaksanaan rapid test antara lain keluarga inti PDP, warga Kota Tangerang yang berstatus ODP, dan warga yang memiliki gejala Influenza Like Illness (ILI) serta sebagian warga Kota Tangerang, demikian Liza Puspadewi.



Sumber: ANTARA