Pasien Positif Corona di DIY Capai 24 Orang, Dua Sembuh

Pasien Positif Corona di DIY Capai 24 Orang, Dua Sembuh
Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta telah menerima 4.000 alat pelindung diri (APD) dan 14.400 rapid test kit, yang akan didistribusikan didistribusikan ke rumah sakit rujukan dan nonrujukan di DIY. ( Foto: Beritasatu Photo / Fuska Sani Evani )
Fuska Sani Evani / JEM Rabu, 1 April 2020 | 14:05 WIB

Yogyakarta, Beritasatu.com - Setelah ada rentang waktu dua hingga tiga hari tidak terjadi penambahan pasien positif Covid-19, pada Selasa (31/3/2020), Pemda DIY mendata ada penambangan 6 orang baru sehingga total seluruhnya menjadi 24 orang  pasien positif Covid-19 .

Juru Bicara Pemda DIY untuk penanganan Covid-19 Berty Murtiningsih memaparkan, total data pasien dalam pengawasan (PDP) yang sudah melewati uji swab mencapai 206 orang dan dirawat di rumah sakit rujukan mencapai 129. Dari jumlah hasil uji swab tersebut, 52 orang negatif sedangkan 24 orang positif, dua orang sembuh, dan tiga orang meninggal dunia.

Satu kasus dengan hasil positif dikembalikan ke wilayah yakni kasus ke-17 dan sudah meninggal. Kasus ke-5, seorang perempuan umur 30 tahun, asal Sleman dinyatakan sembuh setelah melewati dua kali uji swab.

"Jadi ada dua orang yang sembuh, pasien kasus-1, seorang balita umur 3 tahun dan seorang ibu dari Sleman ini,” jelas Berty.

Sedangkan 129 orang PDP yang sedang dirawat serta 7 orang meninggal, data-data spesimen mereka masih dalam proses uji swab.

Dikatakan, kasus positif tambahan hari Selasa sebanyak 6 kasus, adalah perempuan umur 70 tahun asal Sleman (kasus-20), Laki laki, 56 tahun, juga warga Sleman (kasus-21), laki laki, 37 tahun, warga Bantul (kasus-22), laki laki, 35 tahun, warga Sleman (kasus-23), Perampuan, 80 tahun, warga Sleman yang meninggal dalam proses uji lab (kasus-24), Laki laki, 48 tahun, warga Kota Yogya (kasus-25).

Sedang PDP meninggal, laki-laki 51 tahun warga Bantul juga spesimen masih dalam proses lab.

Menurut Berty, semua kasus positif Covid-19 di wilayah DIY merupakan kasus penularan dari luar daerah, karena semua punya riwayat bepergian ke kota zona merah Covid-19 dan kontak dengan orang yang baru datang dari kota zona merah.

Sementara itu diketahui, dua PDP yang dirawat di RS Nur Hidayah Bantul, meninggal dunia setelah sempat dirawat sehari di RSUP Dr Sardjito.

Dua pasien tersebut merupakan rujukan dari sebuah rumah sakit di Bantul dan dirujuk lagi ke RSUP Dr Sardjito pada Senin (30/3/2020) sore.

Menurut keterangan Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUP Dr Sardjito Banu Hermawan, kondisi dua pasien berusia 48 tahun dan 58 tahun itu memang sudah kritis dengan serangan pernafasan akut.

Pasien usia 48 tahun meninggal pada Senin (30/3/2020) pukul 21.55 WIB. Pasien berusia 58 tahun dan meninggal pada Selasa (31/3/2020) pukul 06.45 WIB.

"Saat masuk memang ada sesak nafas, dan kami tetap memasukkan sebagai PDP meski belum ada keterangan PDP Corona," ujarnya Selasa (31/3/2020).

Bahkan RSUP Dr Sardjito belum mendiagnosa Covid-19, sebab belum sempat dilakukan swab kepada dua pasien tersebut.

"Karena tadi malam kami mengejar kegawat daruratannya. Kami tidak menyatakan hasil pemeriksaan Covid pada pasien ini. Tetapi berdasar gejala yang muncul, kami memasukkan kriteria PDP," katanya.

Banu mengatakan proses pemulangan kedua jenazah tersebut tetap menggunakan protokol Covid-19.

"Rukti jenazah pun kami gunakan standar tertinggi penanganan Covid-19," jelasnya.

Dikatakan, saat ini RSUP Dr Sardjito masih merawat 21 pasien dalam pengawasan  dan 1 pasien positif Covid-19.

Terkait dengan kondisi pasien kritis yang baru dirujuk ke RSUP Dr Sardjito, Banu mengungkapkan agar seluruh rumah sakit di DIY untuk bersama-sama memerangi Covid-19 dengan bersatu padu saling berkoordinasi sehingga wabah ini dapat segera terselesaikan bersama.

Terpisah, Direktur Rumah Sakit Nur Hidayah, Sagiran mengonfirmasi kabar kedua pasien yang dirujuknya meninggal dunia. Sagiran mengatakan pada Senin (30/3/2020) pagi RS Nur Hidayah memang menerima tiga pasien dengan keluhan demam tinggi, nyeri tenggorokan, dan sesak napas. Dia menduga kuat gejala itu mengarah ke Covid-19.

Namun pihaknya sempat kesulitan saat akan merujuk ketiganya ke RS khusus yang ditunjuk untuk menangangi pasien PDP Corona.

Akhirnya setelah berkoordinasi dengan Pemkab Bantul, ketiga pasien dirujuk pada Senin malam. Kedua pasien dirujuk ke RSUP Dr Sardjito dan seorang pasien dirujuk ke RSUD Sleman.



Sumber: BeritaSatu.com