Berlakukan PSBB, Pemerintah Diminta Penuhi Kebutuhan Pokok Masyarakat

Berlakukan PSBB, Pemerintah Diminta Penuhi Kebutuhan Pokok Masyarakat
Anggota Komisi I DPR Charles Honoris (kedua kiri) bersama Anggota Komnas Ham Choirul Anam (kiri), Akademisi Universitas Paramadina Emil Radhiansah (tengah), Pengamat Militer Al Araf (kedua kanan) dan Pengamat Politik Ray Rangkuti (kanan) menjadi pembicara dalam diskusi bertema "Membangun Pertahanan Modern, Profesionalisme Milter dan Rotasi Panglima TNI" di Universitas Paramadina, Jakarta, Sabtu (18/11) (Foto: SP/Joanito De Saojoao / SP/Joanito De Saojoao)
Robertus Wardi / FER Rabu, 1 April 2020 | 17:55 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Choirul Anam, meminta pemerintah agar memenuhi kebutuhan bahan pokok masyarakat.

Baca Juga: Komnas HAM Imbau Masyarakat Patuhi Physical Distancing

Hal itu sebagai implikasi dari pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menghentikan penyebaran virus corona atau Covid-19.

"Dalam PP Nomor 21 Tahun 2000 , Pasal 4 angka 3, diatur tentang pemenuhan kebutuhan pokok pendukuk. Walau digunakan frasa kata 'memperhatikan'. Ini harus dimaknai sebagai pijakan kebijakan usulan dan penetapan PSBB guna memastikan dan memberi jaminan terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat," kata Anam di Jakarta, Rabu (1/4/2020).

Baca Juga: Percepat Penanganan Corona, PSBB Paling Rasional

Anam menjelaskan dampak yang telah dirasakan oleh masyarakat akibat virus corona secara ekonomi sudah mulai terasa. Banyak masyarakat tidak bisa bekerja, terutama buruh harian dan pedagang kecil.

"Jika pembatasan ini tidak dapat memenuhi jaminan kebutuhan pokok masyarakat, dikhawatirkan tidak akan maksimal. Kami berharap walaupun digunakan frasa 'memperhatikan' dalam PP tersebut, namun dimaknai sebagai jaminan pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat," jelasnya.

Baca Juga: PSBB Sudah Menampung Tuntutan Lockdown

Anam menegaskan, selain masalah kesehatan, persoalan pemenuhan kebutuhan menjadi penting dan prioritas ditengah wabah Covid 19 yang semakin ganas. Salah satu cara yang bisa digunakan adalah bantuan langsung kebutuhan pokok kepada masyarakat. "Ini salah satu rekomendasi dari 18 rekomendasi Komnas HAM ke presiden," tutup Anam.

 



Sumber: BeritaSatu.com