UKM Jateng Kebut APD, Produksi 10.000 Per Hari

UKM Jateng Kebut APD, Produksi 10.000 Per Hari
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (kanan) saat melihat alat pelindung diri (APD) berupa coverall untuk petugas medis produksi pelaku usaha kecil dan menengah di Jawa Tengah. ( Foto: Beritasatu Photo / Stefy Thenu )
Stefy Thenu / JAS Rabu, 1 April 2020 | 20:59 WIB

Semarang, Beritasatu.com - Para pelaku usaha kecil dan menengah di Jawa Tengah ramai-ramai banting setir memproduksi alat pelindung diri (APD) berupa coverall. Dalam sehari gabungan UKM di bidang konveksi ini mampu memproduksi 10.000 coverall.

Para UKM ini merupakan binaan Bank Jateng. Sebagian besar dari Klaten yang sehari-hari memproduksi baju lurik dan batik. Mengetahui banyak rumah sakit masih kekurangan APD, Bank Jateng menawarkan UKM-UKM ini membantu.

"Saya orang yang dari awal meyakini, ketika produksi pabrikan begitu mahal dan sulit pasti akan muncul kekuatan-kekuatan dalam negeri. Saya berterima kasih pada pelaku usaha yang mau membantu penyediaan APD ini, " kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo usai melihat contoh coverall yang dibawakan Bank Jateng di Puri Gedeh, Rabu (1/4/2020).

Gabungan dari UKM tersebut disebut Ganjar mampu memproduksi 10.000 per hari atau 300.000 buah coverall per bulan. Untuk kualifikasinya, Ganjar mengatakan, sudah memenuhi standar minimal yaitu tahan air atau waterproof.

"Kualitasnya relatif cukup bagus. Tinggal nanti kita cek ke ahli, kalau yang seperti ini cukup atau tidak. Tapi jika kita bandingkan dengan jas hujan, pasti ini jauh lebih baik," katanya.

Selain coverall, UKM-UKM tersebut juga memproduksi masker dengan kualitas masker waterproof. Menurut Ganjar, APD produksi UKM tersebut bisa dijadikan alternatif di saat harga pabrikan justru langka dan harganya melambung.

"Kalau kita bisa menggerakkan masyarakat nantinya semua yang terpaksa keluar rumah harus pakai masker maka ini bisa diproduksi. Ini harganya paling Rp 2.000-3.000. Produknya tidak terlalu buruk tapi bisa jadi alternatif jika rumah sakit atau puskesmas memerlukan bisa kita sampaikan," kata Ganjar. 



Sumber: BeritaSatu.com