PMI Kurang Stok Darah, Sandiga Uno Buat Gerakan Gugah Masyarakat untuk Donor Darah

PMI Kurang Stok Darah, Sandiga Uno Buat Gerakan Gugah Masyarakat untuk Donor Darah
Dewan Penasihat RSI Sandiaga Uno dan Sekjen PMI Pusat Sudirman Said di Kantor PMI DKI Jakarta, Selasa (31/3/2020) ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Yustinus Paat / RSAT Rabu, 1 April 2020 | 22:07 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Palang Merah Indonesia (PMI) menyatakan kekurangan pasokan stok darah dari para pendonor. Jumlah pendonor sangat minim karena pemerintah mengimbau masyarakat melakukan social distancing untuk menekan penyebaran virus corona (Covid-19).

Mencermati kondisi ini, PMI bekerja sama dengan Relawan Siaga, Glek dan Rumah Sandiuno Indonesia (RSI) membuat program 'Ayo Bantu PMI' yang tujuannya menggerakan masyarakat di seluruh Indonesia untuk dapat kembali mendonorkan darahnya ke PMI di masing masing daerah.

"PMI mengalami penurunan donor darah yang signifikan. Kita tidak boleh membiarkan defisit penerimaan darah," ujar Sandiaga Uno selaku Dewan Penasihat RSI saat mendonorkan darahnya di PMI DKI Jakarta bersama Sekretaris Jendral PMI Pusat, Sudirman Said, Selasa (31/3/2020).

Perlu diketahui, bahwa kegiatan donor darah ini sudah berlangsung mulai 31 Maret hingga 1 April 2020. Namun karena animo masyarakat sangat tinggi maka kegiatan tersebut di perpanjang 1 hari lagi sampai 2 April 2020.

Sudirman Said mengatakan, idealnya stok darah secara nasional adalah 2 persen dari total keseluruhan penduduk Indonesia. Namun, kata dia, saat ini stok darah di Unit Donor Darah PMI belum mencukupi.

"Kami sangat mengerti dengan kondisi saat ini, masyarakat mematuhi aturan yang diimbau oleh pemerintah untuk tetap berada di rumah, terkait dengan wabah Covid-19, tapi secara fakta kebutuhan darah memang sedang turun. Saat ini seperti di PMI DKI Jakarta, per hari mencapai 1.000 kantong, saat ini hanya sekitar 30% yang tersedia, atau separuhnya," kata Sudirman.

Sandiaga Uno menambahkan, Relawan Siaga mengajak masyarakat yang sehat untuk mendonorkan darahnya, karena banyak penderita thalasemia atau yang terkena DBD membutuhkan transfusi darah.

"PMI telah menyiapkan protokol penanganan Covid-19 terkait dengan donor darah, jadi kami mengajak masyarakat untuk mendatangi unit donor darah PMI terdekat, karena saat ini penderita thalasemia, kanker darah, dan DBD sangat membutuhkan darah dari para Relawan kemanusiaan," pungkas Sandiaga.

Sebagaimana diketahui, stok darah di PMI hanya tinggal 30% sementara PMI harus terus menyediakan kebutuhan darah pasien rutin seperti penderita kelainan darah thalasemia, hemofilia, orang dengan kelainan ginjal, dan beberapa pasien darurat.

PMI memastikan bahwa donor darah di PMI aman karena menerapkan physical distancing dan memberlakukan standar prosedur operasional dalam kegiatan donor darah pada situasi wabah Covid-19. Sehingga kegiatan donor darah saat wabah Corona covid-19 tetap dapat dilakukan.



Sumber: BeritaSatu.com