Penembakan di Kualakencana, Jubir Freeport: Sangat Mengancam Nyawa Karyawan

Penembakan di Kualakencana, Jubir Freeport:  Sangat Mengancam Nyawa Karyawan
Teror KKB, Ribuan Warga Mimika Mengungsi ke Timika ( Foto: Youtube.com/BeritaSatu / BSTV )
Robert Isidorus / JEM Rabu, 1 April 2020 | 22:34 WIB

 

Jayapura, Beritasatu.com - PT Freeport Indonesia (PTFI) di Mimika, Papua sedang bekerja bersama pasukan keamanan pemerintah untuk meningkatkan langkah-langkah pengamanan khususnya di wilayah Kuala Kencana, menyusul insiden kasus penembakan di areal perusahaan itu, Senin (30/3/2020). Penembakan itu telah menyebabkan meninggalnya karyawan PT Freeport Indonesia, Graeme Thomas Wall (57)  dan dua orang lainnya cedera serius, yakni Ucok Simanungkalit dan Jibril Bahar.

Ini dikatakan Juru Bicara (Jubir) PTFI, Riza Pratama dalam rilisnya yang diterima Beritasatu.com,Rabu (1/4/2020) malam.

"Segera setelah terjadinya insiden, patroli pasukan bersenjata telah ditambah di seluruh Kuala Kencana, yang berfokus pada area-area pemukiman pada malam hari dan ditingkatkan pada area-area komunitas dan area kerja pada siang hari," kata Riza Pratama.

Freeport, kata Riza, menyikapi kejadian yang telah mengancam nyawa karyawan kami dengan sangat serius. Prioritas utama  adalah memastikan keselamatan para karyawan dan keluarga mereka.

"Saat ini, perusahaan juga telah menerapkan kebijakan bekerja dari rumah untuk karyawan yang bekerja di Kuala Kencana sampai waktu yang dinyatakan aman oleh pihak keamanan,” ujarnya.

Diungkapkan, hari ini jenazah Graeme Thomas Wall, karyawan PTFI yang meninggal akibat insiden penembakan tersebut, telah diberangkatkan dengan pesawat Airfast dari Timika ke Jakarta untuk keperluan autopsi.

“Pemberangkatan dengan Airfast dilakukan sesuai dengan izin yang diterima dari Pemerintah Daerah Mimika. Keluarga besar PT Freeport Indonesia sangat berduka atas kehilangan ini. Kami bekerja sama dengan keluarga almarhum untuk rencana repatriasi jenazah ke negara asal, New Zealand. Wall telah bekerja bersama perusahaan selama 15 tahun. Almarhum meninggalkan seorang istri, beserta empat orang anak,” kata Riza.

Sementara itu, dua orang korban luka dalam insiden penembakan yang sama, saat ini dalam proses pemulihan di RS Tembagapura. Keduanya dalam kondisi stabil.

 



Sumber: BeritaSatu.com