Kemkumham Diminta Buat Skenario Physical Distancing Saat Buat Paspor

Kemkumham Diminta Buat Skenario Physical Distancing Saat Buat Paspor
Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly (tengah) mengikuti rapat kerja dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (24/2/2020). ( Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono )
Carlos KY Paath / JAS Rabu, 1 April 2020 | 23:45 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Anggota Komisi III DPR Cucun A Syamsurizal menanyakan skenario Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemkumham) terkait penerapan physical distancing (pembatasan jarak fisik) bagi jemaah haji yang mengurus paspor di Imigrasi. Walau belum ada keputusan ibadah haji oleh pemerintah Arab Saudi, Cucun berharap Kemkumham mengantisipasinya.

“Kalau terjadi misal diperbolehkan nanti untuk berangkat ibadah haji tahun ini, apa skenario nanti dari imigrasi? Pembuatan paspor yang itu merupakan siklus tahunan yang harusnya di bulan-bulan ini. Ini harus diantisipasi kalau misalnya terjadi,” kata Cucun saat Rapat Kerja Komisi III dengan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly secara daring, Rabu (1/4/2020).

Cucun berharap Menteri Hukum dan Kemkumham memiliki skenario yang mumpuni berkaitan physical distancing dalam rangka mencegah penyebaran virus corona jenis baru atau Covid-19 tersebut. “Ya mudah-mudahan apa yang saya khawatirkan ini, Bapak sudah punya skenario bagus, bagaimana physical distancing (pembatasan jarak sosial) tertangani,” ucap Cucun.

Yasonna menegaskan proses pengurusan paspor jemaah haji sudah 80 persen. “Soal haji, kalau soal paspornya sudah, 80 persen pengurusan paspor sudah selesai sebelumnya. Jadi karena ini sudah terencana dan sesuai dengan ketentuan, jadi pengurusan paspor jemaah haji itu sudah selesai,” demikian Yasonna merespons pertanyaan Cucun.

Akan tetapi, menurut Yasonna, pihaknya menerima informasi bahwa pemerintah Saudi meminta untuk menunda persiapan pelaksanaan ibadah haji.”Ada berita mengatakan tunda dulu persiapan untuk mau naik haji, karena mereka bisa belum memutuskan apakah akan meneruskan pelaksanaan ibadah haji tahun ini,” imbuh Yasonna.

Mengenai physical distancing di Imigrasi, Yasonna menyatakan pihaknya meminta batuan dari TNI dan Polri. Pemerintah disebutnya sudah membuat persiapan khusus jika nantinya ada kebijakan baru dari Arab Saudi.

“Tentu prinsip physical distancing akan dilakukan, ini akan kami lakukan. Nanti kalau ini dibuat kebijakan baru oleh pemerintah Arab Saudi, kami akan membuat persiapan-persiapan secara khusus untuk itu,” ucap Yasonna.



Sumber: BeritaSatu.com