Guru Besar UGM Prediksi Penyebaran Covid-19 di Indonesia Berakhir Mei 2020
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Guru Besar UGM Prediksi Penyebaran Covid-19 di Indonesia Berakhir Mei 2020

Kamis, 2 April 2020 | 00:03 WIB
Oleh : Fuska Sani Evani / JAS

Yogyakarta, Beritasatu.com - Guru Besar Statistika UGM, Dedi Rosadi memprediksi infeksi Covid-19 di Tanah Air akan berhenti pada akhir Mei 2020.

"Dari hasil analisis pandemi Covid-19 akan berakhir pada 29 Mei 2020 dengan minumum total penderita positif di sekitar 6.174 kasus. Dengan intervensi pemerintah yang berhasil dengan baik , total penderita corona positif minimal di sekitar 6.200 di akhir Pandemi pada akhir Mei 2020," papar Dedi Rosadi, saat konferensi pers secara daring, Rabu (010/4/2020).

Dedi selaku penanggung jawab membuat prediksi pemodelan matematika bersama dengan sejumlah pakar yaitu Heribertus Joko (alumnus FMIPA UGM) dan Fidelis I Diponegoro, menamai pemodelan tersebut Model Probabilistik yang Berdasar pada Data Nyata atau Probabilistik Data-Driven Model (PPDM).

Dikatakan, hasil prediksi ini perlu disampaikan mengingat sejumlah hasil prediksi model matematika dinamik terhadap data penderita positif Covid-19 yang cenderung bombastis dan terlalu berlebihan. Melalui model itu, diperkirakan penambahan maksimum total penderita Covid-19 setiap harinya adalah di sekitar minggu kedua April 2020 yaitu berkisar antara 7 hingga 11 April 2020.

"Penambahan lebih kurang 740 sampai 800 pasien per 4 hari dan diperkirakan akan terus menurun setelahnya," jelas dosen FMIPA UGM ini.

Berdasarkan data yang ada diperkirakan pandemi akan berakhir lebih kurang 100 hari setelah 2 Maret 2020 atau sekitar 29 Mei 2020. Dengan maksimum total penderita Covid-19 positif adalah sekitar 6.174 kasus.

Dia menjelaskan sejak pertengahan Mei 2020, penambahan total penderita sudah relatif kecil. Mengacu pada hasil ini, Dedi menyarankan untuk tidak melakukan ritual mudik Lebaran dan kegiatan tarawih di masjid selama Ramadan ditiadakan. Intervensi ketat oleh pemerintah melalui parsial lockdown dan penjarakan fisik yang ketat terus dilakukan sampai pandemi benar-benar berakhir di awal Juni 2020.

Prediksi tersebut berdasar data penderita hingga Kamis (26/3/2020) dan diasumsikan telah ada intervensi ketat dari pemerintah sejak minggu ketiga Maret 2020. Lebih lanjut, efek pemudik dari kota besar yang terdampak Covid-19 selama masa diberlakukannya aturan jaga jarak fisik sejak minggu ketiga Maret 2020 diasumsikan tidak signifikan.

Model ini juga masih membatasi bahwa efek-efek eksternal lainnya, semisal suhu udara, jumlah populasi, dan kepadatan penduduk diasumsikan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap jumlah penderita.

Lebih lanjut Dedi menerangkan bahwa model dasar yang mereka gunakan adalah model teori antreian. Prediksi yang dikemukakan tersebut didasari atas data penderita sampai Kamis (26/3/2020) dan diasumsikan telah adanya intervensi ketat dari pemerintah sejak minggu ketiga Maret 2020.

Model tersebut mengasumsikan proses pasien datang ke rumah sakit sebagai penderita Covid-19 positif mengikuti proses antrean Markovian. Setelah dilakukan pencocokan model terhadap data total penderita Covid-19 positif maka Dedi dan tim mampu menjelaskan banyak fenomena penting berdasarkan model yang mereka gunakan. Model PDDM merupakan penyempurnaan dari model statistika dasar yang dikembangkan oleh Heribertus Joko Kristadi.

Dedi menyebutkan bersama sejumlah mahasiswa S3 bimbingannya, model PDDM telah dicoba dan dibandingkan dengan berbagai model statistika, pembelajaran mesin (machine learning), dan runtun waktu seperti kurva Gompertz, Logistic model, Model Eksponensial, ARIMA, dan lain lain. Namun, model PDDM ini lebih baik untuk menggambarkan total data penderita Covid-19.

Alasan pertama, model PDDM meskipun sederhana tetapi mampu memberikan akurasi prediksi satu harian ke depan yang sangat baik. Sebanding dengan kemampuan prediksi model machine learning yang kompleks.

"Alasan kedua, model PDDM juga memiliki sejumlah keunggulan yang tidak dimiliki oleh model-model lain yang diuji dan dikembangkan sebelumnya," terangnya.

Dedi mengklaim berdasar model PPDM rata-rata eror kesalahan prediksi selama dua minggu terakhir hanyalah sebesar 1,5 persen. Setelah diujikan prediksi selama empat hari terakhir sejak Kamis (26/3) model ini ternyata sangat akurat, dengan error yang dihasilkan selalu di bawah 1 persen

"Error maksimum sebesar 0,9 persen dan minimum 0,18 persen," ucapnya.

Keunggulan lainnya adalah model PDDM ini mampu untuk memprediksikan waktu terparah dan waktu berakhirnya pandemi Covid-19 di Indonesia.

Menurut Dedi dan tim, model PDDM ini akan terus diperbarui setiap hari sehingga prediksi dari model akan betul-betul mencerminkan perubahan dari data yang ada. Kajian yang mereka sampaikan didasari oleh skenario optimis, namun dapat pula digunakan untuk menguji berbagai skenario akibat intervensi dan atau pengaruh faktor-faktor penting eksternal.

Sebagai contoh dengan model ini dapat disimulasikan efek jika terjadi kenaikan penderita Covid-19 pada minggu akhir Maret 2020 dikarenakan banyaknya pemudik dari kota besar yang terdampak Covid-19 ke daerah-daerah lain.

Prediksi yang diberikan oleh Dedi Rosadi dan dan rekan-rekannya ini lebih melegakan dibanding hasil yang di sampaikan oleh beberapa peneliti sebelumnya yang menyampaikan prediksi dikondisi ekstrem mendekati 2,5 juta kasus tanpa intervensi dan dengan intervensi yang ketat meski intervensi ini berhasil sekalipun, prediksi minimum pada akhir pandemi mencapai sekitar 500.000 kasus.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kemkumham Diminta Buat Skenario Physical Distancing Saat Buat Paspor

Cucun A Syamsurizal menanyakan skenario Kemkumham dalam menerapkan physical distancing bagi jemaah haji yang mengurus paspor di Imigrasi.

NASIONAL | 1 April 2020

Unair dan ITS Ciptakan Robot untuk Layani Pasien Covid-19 di Ruang Isolasi

Unair dan ITS tengah membuat robot pembantu tenaga kesehatan yang diberi nama Robot ProNakes, artinya robot yang pro tenaga kesehatan.

NASIONAL | 1 April 2020

Program Dasa Wisma 10 Rumah Aman Dapat Respons Positif

Melalui WAG, struktur kelompok ini juga terbentuk rapi.

NASIONAL | 1 April 2020

WNA Dilarang Masuk Indonesia Mulai 2 April 2020

Larangan berkunjung atau transit bagi warga negara asing (WNA) ke Indonesia berlaku untuk seluruh WNA dengan enam pengecualian.

NASIONAL | 1 April 2020

Peran Wanita Telaten Dibalik Sukses Penangkaran Burung di Klaten

Kaum laki-laki umumnya mengerjakan pembuatan kandang, tempat makan dan minum burung, perawatan atau pemeliharaan kandang.

NASIONAL | 1 April 2020

Antisipasi Penyebaran Covid-19, Warga Sakit Dilarang Masuk ke Kabupaten Lebong

Bupati Lebong Rosjonsyah mengatakan pihaknya melarang orang yang sakit memasuki wilayah Lebong, terutama yang memiliki gejala Covid-19.

NASIONAL | 1 April 2020

Pandemi Corona, 963 ABK WNI Telah Kembali ke Indonesia

Seluruh ABK WNI yang pulang ke tanah air merupakan bagian dari 12.748 ABK WNI yang tersebar di 89 kapal pesiar di seluruh dunia.

NASIONAL | 1 April 2020

Penembakan di Kualakencana, Jubir Freeport: Sangat Mengancam Nyawa Karyawan

Freeport, kata Riza, menyikapi kejadian yang telah mengancam nyawa karyawan kami dengan sangat serius.

NASIONAL | 1 April 2020

PMI Kurang Stok Darah, Sandiga Uno Buat Gerakan Gugah Masyarakat untuk Donor Darah

Relawan Siaga mengajak masyarakat yang sehat untuk mendonorkan darahnya, karena banyak penderita thalasemia atau yang terkena DBD membutuhkan transfusi darah.

NASIONAL | 1 April 2020

Wali Kota Sukabumi dan Wakilnya Sumbangkan 4 Bulan Gaji untuk Penanganan Covid-19

Dana yang terkumpul itu nantinya dikoordinir langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sukabumi Dida Sembada.

NASIONAL | 1 April 2020


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS