Wakil Menteri Desa dan PDT: Pemerintah Sudah Perintahkan Pembentukan Bank Pangan

Wakil Menteri Desa dan PDT: Pemerintah Sudah Perintahkan Pembentukan Bank Pangan
Wakil Menteri Desa Budi Arie Setiadi. (Foto: Kemendes PDTT)
Markus Junianto Sihaloho / WM Rabu, 1 April 2020 | 18:08 WIB

 

 

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Budi Arie Setiadi menyatakan pihaknya sudah memerintahkan agar pihak desa dan kelurahan membentuk bank pangan dalam rangka persiapan menghadapi pandemi Covid-19.

Hal itu disampaikan Budi Arie Setiadi menanggapi desakan dari Pengajar Akademi Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia (WBI) Ferry Sihaloho, agar Presiden Jokowi segera memerintahkan pembentukan bank pangan di desa dan kelurahan.

"Gagasan itu sudah dari awal disiapkan," kata Budi Arie Setiadi, Rabu (1/4/2020).

Dia lalu menyampaikan bahwa pihaknya sudah memerintahkan agar gerakan lumbung desa diaktifkan, setidaknya untuk 14 hari ke depan. Dalam gerakan itu, desa diminta mengumpulkan cadangan pangan, beras, telur, daging. Relawan desa lalu diminta membangun jejaring informasi lumbung pangan desa dan antar desa.

Kata Budi Arie, gerakan itu berbarengan dengan gerakan membangun gotong royong dan kesetiakawanan sosial. Yakni mengumpulkan cadangan pangan di desa atau RT/RW.

"Ajak yang berlebih pangannya untuk menyumbangkan ke lumbung pangan," demikian bunyi imbauan itu.

Termasuk hingga membangun data kelompok rentan sekaligus melindungi yang sakit. Menurut Budi, pihaknya sudah membuat Protokol Relawan Desa melawan Covid-19. Isinya memang membuat banyak poin cara desa bergotong royong menanggulangi penyebaran virus corona. Ada satu poin membangun logistik pangan di desa.

"Sudah dieksekusi di desa-desa," imbuh Budi.

Ketika ditanya apakah pihaknya sudah mengeluarkan peraturan menteri berisi petunjuk teknis atau petunjuk pelaksanaan pembangunan pangan, Budi mengklaim hal itu sudah dilaksanakan.

"Semua kades, perangkat desa, pendamping desa, sudah punya," katanya.

Sebelumnya, Akademisi dari Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia, Ferry Sihaloho, mendesak Presiden segera memerintahkan dibentuknya bank pangan di berbagai desa dan kelurahan di Indonesia. Hal itu demi memastikan ketersediaan pangan sekaligus menyerap produksi pangan lokal.

Menurutnya, karena imbauan physical distancing, kegiatan produksi dan jasa terhenti. Di sisi lain, petani dan pedagang bahan pangan di daerah juga terhalang akses pasarnya akibat kebijakan pembatasan sosial itu.

Salah satu solusi yang bisa diambil adalah apabila Pemerintah memerintahkan pembentukan bank pangan yang dikoordinasikan dengan Badan Urusan Logistik (Bulog) di tiap desa dan kelurahan. Dengan kebijakan itu, setiap desa atau kelurahan di wilayah perkotaan, secara mandiri menyiapkan kebutuhan pangan dengan mengutamakan penyerapan hasil pangan di wilayahnya.

Untuk pendanaan bank pangan itu, Ferry mengatakan, Pemerintah bisa melakukan realokasi Dana Desa dan Dana Kelurahan. Untuk 2020, Dana Desa dialokasikan oleh Pemerintah sebesar Rp 72 triliun untuk sekitar 72 ribu desa. Sementara anggaran Dana Kelurahan yang dialokasikan oleh Pemerintah adalah sekitar Rp 3 triliun untuk tahun 2020.



Sumber: BeritaSatu.com