Ditemukan Pasien Positif, 21 Petugas Medis RSU Kota Bengkulu Jalani Isolasi

Ditemukan Pasien Positif, 21 Petugas Medis RSU Kota Bengkulu Jalani Isolasi
Pekerja menyelesaikan pembuatan pakaian untuk Alat Pelindung Diri (APD) tenaga medis di kawasan Penggilingan, Jakarta, Jumat, 27 Maret 2020. (Foto: Beritasatu Photo / Joanito De Saojoao)
Usmin / LES Kamis, 2 April 2020 | 08:37 WIB

Bengkulu, Beritasatu.com - Sebanyak 21 orang tenaga medis di rumah sakit umum ((RSU) Harapan dan Doa, Kota Bengkulu, yang terlibat langsung melayani pasien positif Covid-19 menjalani isolasi selama 14 hari ke depan.

"Ada 21 petugas medis kita diisolasi selama 14 hari karena sempat berinteraksi dengan pasien positif virus corona asal Lampung meski mereka sudah dilengkapi alat pelindung diri (APD)," kata Direktur RSU Harapan dan Doa Kota Bengkulu, Lista Carlyvera di Bengkulu, Rabu (1/4/2020).

Ia mengatakan, tenaga medis tersebut dikarantina di rumah masing-masing selama dua pekan ke depan. Mereka diisolasi karena khawatir terjangkit virus dari jemaah asal Lampung yang telah meninggal dunia tersebut.

"Jadi; mereka kita karantina untuk mengantisipasi jangan sampai terjangkit virus mematikan ini, meski pada hasil tes cepat statusnya mereka negatif ," ujar Lista.

Ia menambahkan, selama masa karantina kesehatan mereka terus dipantau petugas Dinkes Kota Bengkulu. Jika ada di antara mereka yang kesehatanya kurang baik, akan dirawat di RSU Harapan dan Doa senpat.

Sementara itu, Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah meminta Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan memastikan orang-orang yang sempat berinteraksi dengan pasien positif dapat terpantau dengan baik dan dipastikan mereka tidak terjangkit.

 



Sumber: BeritaSatu.com