Alternatif Mudik, Pemerintah Wacanakan Geser Libur Nasional Setelah Corona Selesai

Alternatif Mudik, Pemerintah Wacanakan Geser Libur Nasional Setelah Corona Selesai
Ilustrasi mudik. ( Foto: Antara )
Lenny Tristia Tambun / FMB Kamis, 2 April 2020 | 10:14 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Dalam upaya mencegah paparan virus corona semakin meluas, Pemerintah meminta warga tidak melakukan mudik. Untuk itu, Pemerintah akan menyiapkan skenario yang komperensif untuk mengantisipasi warga yang mudik ke kampung halaman saat bulan Ramadan atau Hari Raya Idulfitri.

Demikian disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat membuka rapat terbatas (ratas) yang melanjutkan pembahasan antisipasi mudik melalui video conference dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (2/4/2020).

“Mengenai arus mudik, saya minta disiapkan skenario-skenario yang komprehensif. Jangan sepotong-potong atau satu aspek saja atau sifatnya sektoral atau kepentingan daerah saja. Tapi harus dilihat secara utuh baik dari hulu, di tengah dan di hilir,” kata Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini melihat tradisi mudik dilakukan untuk menenangkan masyarakat. Karena itu, ia mengusulkan tiga alternatif dalam skenario antisipasi mudik.

Alternatif pertama, selama pandemi Covid-19 masih ada, pemerintah akan mengganti hari libur nasional di lain hari untuk Hari Raya.

“Saya melihat ini untuk mudik, ini dalam rangka menenangkan masyarakat. Mungkin alternatif mengganti hari libur nasional di lain hari untuk Hari Raya. Ini mungkin bisa dibicarakan,” ujar Jokowi.

Alternatif kedua, memberikan fasilitas arus mudik bagi masyarakat pada hari pengganti hari raya tersebut. Kemudian, alternatif ketiga, menggratiskan tempat-tempat wisata yang dimiliki daerah setelah pandemi corona di Indonesia selesai.

“Saya kira kalau skenario-skenario tersebut dilakukan, kita bisa memberikan sedikit ketenangan pada masyarakat,” terang Jokowi.



Sumber: BeritaSatu.com