Warga Miskin Jateng Dapat Bantuan Senilai Rp 200.000 Perbulan

Warga Miskin Jateng Dapat Bantuan Senilai Rp 200.000 Perbulan
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ( Foto: Istimewa )
Stefi Thenu / CAH Kamis, 2 April 2020 | 17:00 WIB

Semarang, Beritasatu.com - Provinsi Jawa Tengah telah menyiapkan anggaran Rp 1,4 triliun untuk penanganan covid-19. Mayoritas, anggaran akan dipergunakan sebagai bantuan sosial pada masyarakat, khususnya masyarakat miskin. Mereka akan mendapat bantuan senilai Rp 200.000 perbulan, selama tiga bulan berturut-turut.

Untuk bentuk bantuan, bukan berupa uang tunai, melainkan barang atau kebutuhan pokok.

Bansos ini diperuntukkan masyarakat miskin desil 3 dan 4. Sedangkan untuk desil 1 dan 2 telah menjadi tanggung jawab Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial. Baik dari pusat maupun Jateng, nominal bantuan sama yakni senilai Rp 200.000 perbulan.

"Jadi untuk desil 1-2 bisa segera kita eksekusi segera, tentunya dengan komunikasi bersama Kementerian Sosial. Nah untuk desil 3-4 yang dari kami, kita lakukan percepatan," tegas Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo ditemui usai menggelar rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo dan jajaran menteri di rumah dinasnya, Kamis (2/4/2020).

Baca JugaPP Sudah Turun, Jateng Kebut Penanganan Covid-19

Ganjar mengatakan, program bantuan sosial segera dilaksanakan di Jawa Tengah. Dalam waktu dekat, bantuan sosial itu akan didistribusikan kepada masyarakat.

"Ada sekitar 1,8 juta masyarakat yang kami jadikan sasaran untuk program bantuan sosial itu. Anggaran Rp 1,4 triliun tersebut, sebagian besar yakni Rp 1 triliun lebih kami alokasikan untuk itu," kata dia.

Hari ini lanjut Ganjar, pembahasan terkait keuangan itu ditargetkan selesai secara administratif. Sehingga, eksekusi penyerahan bantuan sosial bisa segera dilakukan.

Baca JugaPemprov Jateng Sediakan Nasi Kotak Gratis untuk Sopir Ojol

Pihaknya saat ini terus berkoordinasi dengan bupati/wali Kota terkait pendataan agar program bantuan sosial sinkron dan tepat sasaran. Ia juga meminta bupati/wali Kota berkomunikasi intens dengan Pemprov dalam rangka relokasi dan realokasi anggaran terkait bantuan sosial.

"Sehingga tidak terjadi tumpang tindih dan bisa saling melengkapi, agar lebih banyak masyarakat yang nasibnya tidak baik saat ini, bisa kita rescue dengan cepat," paparnya.

Selain itu Ganjar juga menggenjot bantuan dari swasta, badan amil zakat infaq dan sodaqoh (Baznas).

"Ada CSR, Baznas, para filantropi dan individu yang mau membantu, akan kami dorong untuk program ini," tegasnya. 



Sumber: BeritaSatu.com