109 Orang Jadi Tersangka Kasus Jual Masker Mahal dan Hoaks Corona

109 Orang Jadi Tersangka Kasus Jual Masker Mahal dan Hoaks Corona
Kasat Reskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Alexander Yurikho (tengah) pada mengungkap kasus penipuan penjualan masker murah, Rabu, 1 April 2020. ( Foto: Beritasatu.com/Chairul Fikri )
Farouk Arnaz / CAH Kamis, 2 April 2020 | 20:03 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Mabes Polri merilis data pelaku penimbun masker dan hand sanitizer ditengah wabah corona (Covid-19) yang makin meluas. Secara keseluruhan ada 18 kasus dengan 33 tersangka.

“Dua diantaranya telah dilakukan penahanan. Kasus yang kita tangani tidak hanya menyangkut penimbunan tetapi juga menaikkan harga berlipat ganda yang tidak sesuai dengan harga di pasaran,” kata Kabag Penum Polri Kombes Asep Adi Saputra dalam siaran live Kamis (2/4/2020).

Para tersangka dijerat pasal berlapis dengan UU Perdagangan, UU Kesehatan, dan UU Perlindungan Konsumen. Asep memperingatkan agar pihak-pihak yang masih tega mencari untung dengan memafaatkan wabah untuk menghentikan aksinya.

Disisi lain Asep juga mengatakan ada 70 orang pelaku penyebaran berita bohong atau hoaks tentang virus corona. Tiga terbesar berada di Polda Jawa Timur sebanyak 11 kasus, Polda Metro Jaya sebanyak 10 kasus, dan Bareskrim Polri, Polda Jawa Barat serta Polda Lampung sebanyak 5 kasus.

Terhadap para pelaku dipersangkakan Pasal 45 dan 45 a UU ITE dengan ancaman pidana 6 tahun penjara dan Pasal 14 dan 15 UU No. 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Pidana dengan ancaman pidana 10 tahun penjara.

 



Sumber: BeritaSatu.com