Untuk Pemerataan Belajar Daring, Portal Rumah Belajar akan Hadir di RRI dan TVRI

Untuk Pemerataan Belajar Daring, Portal Rumah Belajar akan Hadir di RRI dan TVRI
Anak sekolah membuka aplikasi belajar daring. ( Foto: istimewa )
Dina Fitri Anisa / IDS Kamis, 2 April 2020 | 19:18 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pandemi corona menyebabkan sekolah diliburkan dan para pelajar belajar di rumah masing-masing. Untuk mereka yang mampu dan tinggal di kota-kota besar, tentu belajar secara daring tidak menjadi masalah. Namun, mereka yang tinggal di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) serta berasa dari golongan kurang mampu, tentu metode ini menjadi masalah tersendiri.

Untuk itu, Komisi X DPR menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) secara virtual dengan para pengelola sarana pembelajaran berbasis IT guna mendorong proses pendidikan daring yang merata terkait dampak pandemi Covid-19.

Dalam kesempatan tersebut, Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Rano Karno meminta konten pembelajaran pada portal pembelajaran daring agar bisa disebarluaskan melalui televisi dan radio nasional yakni TVRI dan RRI. Salah satunya adalah sarana pembelajaran milik Kementerian Pendidikan dan Kebudayan (Kemdikbud), yaitu Rumah Belajar.

"Kami mendorong agar Rumah Belajar yang merupakan milik Kemdikbud untuk lebih produktif, dibandingkan dengan platform pembelajaran daring lainnya. Sebab, ini bisa menjangkau secara keseluruhan di berbagai daerah di Indonesia," terangnya, Kamis (2/4/2020).

Dia menambahkan, jika konten-konten pembelajaran dapat disebarluaskan melalui TVRI dan RRI, maka akan mempermudah orang tua dalam membantu anak dalam pembelajaran daring. Hal itu karena tidak semua daerah di Tanah Air memiliki jaringan internet. Untuk anak-anak di daerah 3T, mereka dapat mengikuti pembelajaran melalui TVRI dan RRI.

Anggota Komisi X DPR lainnya, Ratih Megasari, juga meminta konten pembelajaran dari portal Rumah Belajar disebarluaskan melalui televisi dan radio nasional. Menurutnya, tidak semua siswa berasal dari keluarga mampu dan tidak semuanya memiliki kemampuan untuk membeli kuota internet.

"Banyak daerah 3T internet tidak bisa masuk, tetapi di beberapa daerah di antaranya masih mendapatkan jaringan TV. Sehingga sangat diharapkan sarana pembelajaran berbasis IT ini memaksimalkan jaringan TV," imbuhnya.

Plt Kepala Pusat Data dan Teknologi Pendidikan (Pusdatin) Kemdikbud, Gogot Suharwoto menjelaskan, ke depannya program Rumah Belajar ini memang akan bekerja sama dengan TVRI dan RRI. Dengan demikian, diharapkan kegiatan belajar daring dapat disaksikan oleh seluruh siswa dan orang tuanya sebagai panduan belajar mengajar di rumah.

"Per tanggal 18 April kita akan ada kerja sama dengan TVRI untuk bisa disiarkan secara nasional," terangnya.



Sumber: BeritaSatu.com