Himpuni Gotong Royong Bantu Petugas Medis dan Masyarakat Cegah Covid-19

Himpuni Gotong Royong Bantu Petugas Medis dan Masyarakat Cegah Covid-19
Perhimpunan Organisasi Alumni Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (Himpuni) membantu petugas medis dan masyarakat luas di tengah pandemi Covid-19. ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Carlos KY Paath / RSAT Kamis, 2 April 2020 | 22:41 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Perhimpunan Organisasi Alumni Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (Himpuni) secara bergotong royong membantu petugas medis dan masyarakat luas di tengah pandemi Covid-19. Himpuni memberikan masker dan cairan pembersih tangan di sejumlah rumah sakit (RS), puskesmas, terminal, halte busway, dan tempat-tempat lainnya di Jakarta, Kamis (2/4/2020).

Rombongan Himpuni dibagi menjadi empat tim. Beberapa tempat yang didatangai antara lain RS Hermina Jatinegara, RS Dr. Abdul Rajak Salemba, RS Harum, RS Anggrek Mas Kebon Jeruk, Puskesmas Setibudi, Halte Bus Transjakarta Blok M dan Harmoni, Terminal Kampung Melayu, Senen, dan Pasar Minggu.

Koordinator Presidium Himpuni, Maryono mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebelum menggelar kegiatan. “Kami sengaja memilih RS kelas C dan D, dengan tujuan agar terjadi pemerataan dalam pembagian alat-alat penunjang medis,” kata Maryono.

Menurut Maryono, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial dari segenap anggota Himpuni yang beranggotakan 40 Organisasi alumni universitas negeri di Indonesia. Maryono menambahkan aksi yang dilakukan Himpuni merupakan tahap awal. Maryono berharap kegiatan itu menggugah para alumni yang lain untuk bisa bergerak menyalurkan bantuan.

Maryono menyatakan pihaknya menyadari ada dua aspek yang sangat terkena dampak dari penyebaran Covid-19 ini, yakni kesehatan dan ekonomi. Ke depan, lanjut Maryono, rencananya akan disalurkan alat pelindung diri (APD), utamanya kepada para petugas medis, baik di Jakarta maupun daerah-daerah.

“Dalam hal ini, Himpuni fokus memberikan bantuan pada RS kategori kecil, agar terjadi pemerataan kebutuhan medis. Harus disadari, wabah Covid-19 tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tapi juga seluruh komponen masyarakat. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mengurangi penyebaran Covid-19,” kata Maryono.

Menurut Maryono, pihaknya telah memberi delapan pokok pemikiran kepada pemerintah terkait penanganan pandemi Covid-19. Maryono mengapresiasi pemerintah yang menyambut positif dan melaksanakan pemikiran itu. Misalnya seperti soal realokasi anggaran, optimalisasi sumber daya pemerintah, melengkapi perlengkapan tim medis, dan lainnya.

Maryono juga menyatakan langkah pemerintah mengalokasikan anggaran Rp 405,1 triliun untuk penanganan Covid-19 sangat tepat. Di sisi lain, Maryono berharap masyarakat senantiasa mematuhi anjuran pemerintah.

“Jaga kesehatan, hindari kerumunan, makan-makanan bergizi, sementara tidak mudik, serta bila keluar rumah mengenakan masker,” pungkas Maryono.

 



Sumber: BeritaSatu.com