Pemkot Surabaya Mulai Terapkan PSBB

Pemkot Surabaya Mulai Terapkan PSBB
Posko sterilisasi di kawasan Frontage Road Ahmad Yani, Surabaya. ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Amrozi Amenan / FER Kamis, 2 April 2020 | 23:18 WIB

Surabaya, Beritasatu.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai menerapkan peraturan pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2020 tentang pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk percepatan penanganan virus corona atau Covid-19, mulai Jumat (3/4/2020).

Baca Juga: Dukung PSBB, MUI Dorong Gerakan Ziswaf

Koordinator Protokol Komunikasi, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, M Fikser mengatakan, penerapan PP Nomor 21 Tahun 2020 ini dalam rangka mengikuti anjuran dari pemerintah pusat, terkait PSBB. Harapannya, penanganan penyebaran Covid-19 di Indonesia, khususnya di Surabaya ini bisa diselesaikan.

"Makanya kita imbau warga dari luar Surabaya yang mau ke Surabaya jika tidak ada kepentingan atau sesuatu yang mendesak agar lebih baik ditunda dulu,” kata Fikser di Balai Kota Surabaya, Kamis (2/4/2020).

Sementara itu, kepada warga Surabaya, Fikser juga mengimbau agar tidak perlu keluar rumah kalau memang tidak ada kepentingan yang mendesak atau hal yang sangat penting. Pihaknya berharap, masyarakat dapat mengikuti imbauan dari pemerintah tersebut.

Baca Juga: Bupati Malang Minta Kepala Desa Siapkan Isolasi Mandiri

"Kita imbau jika tidak ada kepentingan yang mendesak cukup di rumah saja mengikuti anjuran dan imbauan dari pemerintah untuk memutus mata rantai dari penyebaran Covid-19 ini,” ujarnya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad menyatakan, pihaknya bersama Kepolisian, TNI, serta jajaran di tingkat kecamatan dan kelurahan terus melakukan upaya-upaya sterilisasi dan imbauan kepada masyarakat di 19 titik pintu masuk Kota Surabaya.

"Tujuannya, untuk menekan penyebaran Covid-19 ini. Kami berharap kepada masyarakat agar menghindari keperluan-keperluan yang sifatnya tidak urgen. Kalau bisa dilakukan di rumah, lebih baik dilakukan di rumah," tandas Irvan.

Baca Juga: Kantor Pelayanan Publik di Surabaya Dipasang Bilik Sterilisasi

Pemkot Surabaya bersama instansi terkait telah melakukan imbauan dan sterilisasi kepada para pengendara di 19 pintu masuk ke Kota Surabaya, yakni Stadion Gelora Bung Tomo (Pakal), Terminal Tambak Oso (Benowo), Dupak Rukun (Asemrowo), Kodikal (Pabean), Mayjen rumah pompa (Dukuh Pakis), Gunungsari (Jambangan), Kelurahan Kedurus (Karang Pilang), Masjid Agung (Kec Gayungan) dan Jeruk (Lakarsantri).

Selain itu, sterilisasi juga dilakukan di Driyorejo, Benowo Terminal (Pakal), Tol Simo (Sukomanunggal), Mal City of Tomorrow (Dishub), MERR Gunung Anyar (Gunung Anyar), Suramadu (Kec Kenjeran), Rungkut Menanggal (Gunung Anyar), Wiguna Gunung Anyar Tambak (Gunung Anyar), Margomulyo (Tandes) dan Pondok Chandra (Gunung Anyar).

Sementara itu, Eddy Cristijanto, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, mengatakan, PSBB ini diberlakukan sampai puncak pandemi Covid-19 benar-benar menurun.

Baca Juga: Pemerintah Serukan Physical Distancing

"Puncak pandemi pertama diperkirakan terjadi pada minggu kedua di bulan April ini dan puncak pandemi kedua pada minggu pertama di bulan Mei. Kalau temuan kasus sudah stagnan dan dirasa aman, maka PSBB bisa dicabut,” ungkapnya.



Sumber: BeritaSatu.com