Wakapolri Terseret Kasus Pernikahan Mewah Anggotanya

Wakapolri Terseret Kasus Pernikahan Mewah Anggotanya
Kapolri Idham Azis saat memberikan sambutan dalam pelucuran jersey tim sepakbola Bhayangkara FC, tim voli Bhayangkara Samator dan Popsivo Polwan di di PTIK, Jakarta, Senin, 24 Februari 2020. (Foto: Beritasatu.com/Farouk Arnaz)
Farouk Arnaz / EHD Jumat, 3 April 2020 | 12:59 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono terseret dalam kasus pernikahan mantan Kapolsek Kembangan Kompol Fahrul Sudiana. Kredibilitas orang nomor dua ditubuh Polri itu jadi sorotan.

Sebab Gatot memilih hadir dalam acara pernikahan Fahrul yang digelar Sabtu tanggal 21 Maret 2020. Masalahnya acara ini seolah tak memedulikan Maklumat Kapolri Jenderal Idham Azis nomor Mak/2/III/2020 tertanggal 19 Maret 2020 tentang larangan berkumpul.

Polemik tambah panjang karena pernikahan itu digelar di hotel mewah bintang lima di kawasan Senayan. Padahal Idham juga dengan tegas sudah melarang anggotanya untuk pamer kemewahan.

Buntutnya Fahrul, yang merupakan alumnus Akademi Kepolisian 2006 dan mempersunting Rica Andriani itu, dicopot dari jabatannya setelah foto pernikahannya viral. Kini dia jadi pamen nonjob di Polda Metro.

Belum jelas apakah Gatot juga kena sanksi atau minimal teguran atas keputusannya hadir dalam acara itu. Yang jelas polisi di banyak tempat rajin membubarkan acara pernikahan warga atas nama maklumat Kapolri.

“Saya fokus pada pelanggaran Kompol Fahrul yang menyelenggarakan resepsi pernikahan meski sudah ada Maklumat Kapolri dan memamerkan gaya hidup mewah. Propam sedang memeriksa kasus ini,” kata Komisioner Kompolnas Poengky Indarti saat dimintai pendapat soal Gatot Jumat (3/4/2020).

Hingga saat ini Gatot belum berhasil dimintai komentar mengapa dia terkesan tidak sensitif dan datang ke pesta mewah anak buahnya yang digelar ditengah pandemi Covid-19 itu.

Padahal dalam acara pelepasan purna tugas mantan Wakapolri Komjen (pur) Ari Dono Sukmanto di PTIK, 7 Januari lalu, Gatot berjanji siap melaksanakan perintah Idham.

“Kata Kapolri A ya A, tidak A1 dan A2. Saya akan laksanakan. Saya juga mencoba sedikit bicara seperti Pak Kapolri. Satu keteladanan lebih baik dari seribu kata-kata,” imbuh mantan Kapolda Metro Jaya itu.

Selain Gatot, Kapolda Sulut Irjen Roycke Lumowa juga memicu komtroversi dan kritik luas. Pasalnya dia kedapatan memggelar acara sepeda bersama rombongan termasuk Walikota Manado pada Sabtu (21/3/2020) pagi.

 



Sumber: BeritaSatu.com