Ada Warga Gugat Presiden, Istana Tegaskan Pemerintah Kerja Keras Tangani Corona

Ada Warga Gugat Presiden, Istana Tegaskan Pemerintah Kerja Keras Tangani Corona
Istana Merdeka. (Foto: Antara)
Lenny Tristia Tambun / YS Jumat, 3 April 2020 | 13:56 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Adanya gugatan warga ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikarenakan lalai dalam mengantisipasi corona di Indonesia, Staf Khusus Presiden Dini Purwono menegaskan, justru pemerintah sudah bekerja keras dalam menangani virus corona atau Covid-19.

“Yang jelas pemerintah ada saat ini tengah bekerja keras untuk menangani wabah Covid-19 ini. Langkah-langkah mitigasi penyebaran sudah dilakukan, bantuan sosial juga sudah disiapkan, termasuk untuk UMKM. Kebutuhan kesehatan juga terus diupayakan,” kata Dini Purwono, Jumat (3/4/2020).

Meski demikian, ia menganggap suatu hal yang wajar bisa ada pihak yang merasa dirugikan kemudian mengajukan gugatan. Karena itu adalah hak konstitusional setiap warga negara. Dan akan ada proses pemeriksaan dan pembuktian di pengadilan hingga muncul putusan dari pengadilan terhadap gugatan tersebut.

Ia sendiri belum menerima detail gugatan tersebut, namun berdasarkan dari pemberitaan, pihak penggugat menilai Presiden Jokowi terlambat dalam mengambil tindakan terkait penanganan wabag Covid-19.

“Tapi kita tahu, bahwa urusan wabah ini adalah masuk kategori force majeure. Sesuatu yang diluar kendali manusia. Tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga negara-negara lain di dunia,” ujar Dini Purwono.

Sehingga tidak ada yang bisa tahu kapan dan bagaimana wabah corona ini akan terjadi di Indonesia atau di negara-negara lain. Bahkan kalau mau bicara kerugian, masih banyak negara-negara lain yang kondisinya lebih buruk dibanding Indonesia.

“Jadi kita harus melihat situasi ini secara objektif jangan hanya fokus kepada kepentingan diri sendiri,” tutur Dini Purwono.

Justru seharusnya, tambah Dini Purwono, sebagai warga negara yang baik, masyarakat Indonesia harus mendukung dan membantu pemerintah dalam berperang melawan virus corona. Dengan membantu menjaga penyebaran virus tidak semakin meluas.

“Jadi sebagai warga negara yang baik, harusnya mendukung dan membantu pemerintah berperang melawan wabah Covid-19. Bantu pemerintah untuk menjaga penyebaran, mengawal agar program-program pemerintah dalam hal ini terlaksana dengan baik di lapangan. Dar ipada alih-alih menambah beban gugatan di pengadilan di tengah situasi genting seperti ini,” tegas Dini Purwono.

Ironisnya, lanjut Dini Purwono, di saat Presiden Jokowi berpikir keras bagaimana bisa membantu pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang terdampak Covid-19, namun ia malah digugat oleh pedagang UMKM.

“Ironis. Di setiap rapat terbatas berulang kali Presiden menyampaikan pesan agar UMKM dibantu ditengah situasi yang sulit karena wabah Covid-19 ini,” ungkapnya.

Seperti diketahui, gugatan terhadap Jokowi diajukan oleh Enggal Pamukty ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (1/4/2020).

Gugatan yang diajukan Enggal telah teregister dengan nomor PN JKT.PST-042020DGB. Enggal mewakili kelompok pedagang eceran mengajukan gugatan class action kepada Presiden Jokowi karena menganggap orang nomor satu di Indonesia tersebut telah melakukan kelalaian fatal yang mengancam 260 juta nyawa rakyat Indonesia.

Total ada enam warga pelaku UMKM yang diwakili dalam gugatan class action. Mereka menuntut penggantian kerugian sebesar Rp 10 miliar.