Cegah Covid-19, Sebanyak 236 Napi di Jambi Dibebaskan

Cegah Covid-19, Sebanyak 236 Napi di Jambi Dibebaskan
Ilustrasi Narapidana. ( Foto: ANTARA FOTO / Aprillio Akbar )
Radesman Saragih / JEM Jumat, 3 April 2020 | 14:19 WIB

Jambi, Beritasatu.com - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kota Jambi membebaskan sebanyak 236 orang narapidana (napi) untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19) di dalam lapas. Napi yang dibebaskan di Lapas Kelas II Kota Jambi semuanya terkait kasus pidana umum dan sudah menjalani lebih setengah masa hukuman dan akan bebas Desember 2020.

Kepala Lapas Kelas II Kota Jambi, Yusran Saad di Kota Jambi, Jumat (3/4/2020) mengatakan, pembebasan napi terkait virus korona di lapas tersebut dilakukan secara bertahap. Pembebasan napi di lapas tersebut sudah dimulai Kamis (2/4/2020) malam dengan membebaskan 39 orang napi. Sekitar 197 orang napi lainnya akan dibebaskan hingga Selasa (7/4/2020).

“Napi yang dibebaskan di lapas ini semuanya kasus pidana umum dan akan bebas Desember 2020. Sedangkan napi kasus narkotika dan obat-obat berbahaya (narkoba) maupun kasus terorisme tidak masuk dalam daftar pemmebasan napi terkait virus korona ini,”katanya.

Dijelaskan, pembembasan napi di Lapas Kelas II Kota Jambi dilakukan menyusul Surat Keputusan (SK) Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Nomor M.HH-19.PK.01.04.04 Tahun 2020 tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak Melalui Asimilasi dan Integrasi dalam rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19.

“Sesuai dengan keputusan Menkumham tersebut, seluruh napi yang dibebaskan akan menjalani asimilasi dan integrasi di tengah keluarga mereka. Para napi tersebut juga berstatus wajib lapor hingga masa hukuman mereka berakhir Desember 2020. Kami juga berharap, selama menjalani asimilasi di keluarga, para napi yang dibebaskan tetapberkelakuan baik,” katanya.

Sementara itu Kepala Balai Pemasyarakatan (Bapas) Provinsi Jambi, Zulhendri mengatakan, pihak Bapas Jambi dan Lapas di Jambi akan mengawasi seluruh napi yang dibebaskan terkait penanggulangan virus korona tersebut. Pengawasan dilakukan dengan memantau langsung kegiatan napi ke rumah mereka.

“Selain itu kami juga akan memantau para napi yang menjalani asimilasi atau bebas bersyarat tersebut melalui telepon dan video call. Jadi kelakuan baik para napi yang bebas bersyarat tersebut terus dipantau hingga masa tahanan mereka yang sebenarnya berakhir Desember 2020,” ujarnya.

Secara terpisah, Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkumham Provinsi Jambi, Agus Nugroho Yusuf mengatakan, total napi yang bebas bersyarat di seluruh lapas dan rumah tahanan se-Provinsi Jambi sesuai keputusan Menkumham tentang penanggulangan virus corona mencapai 463 orang. Sedangkan napi yang sudah dibebaskan mulai Kamis (2/4/2020) sekitar 116 orang.

“Pembebasan napi di seluruh lapas dan rumah tahanan di Provinsi Jambi sudah harus tuntas Selasa (7/4/2020). Seluruh lapas dan rumah tahanan di Jambi saat ini melakukan pembebasan napi tersebut secara bersayarat,”katanya.  



Sumber: BeritaSatu.com