Pemkot dan Pemkab Malang Gelontorkan Bantuan ke Warga Terdampak Covid-19

Pemkot dan Pemkab Malang Gelontorkan Bantuan ke Warga Terdampak Covid-19
Para relawan membagikan bantuan beras dari pemerintah Taiwan kepada warga kurang mampu di Tangerang, Banten. (Foto: Ist)
Aries Sudiono / LES Jumat, 3 April 2020 | 15:09 WIB

Malang, Beritasatu.com - Kota Malang masuk dalam zona merah penyebaran Covid-19 di Jatim. Penerapan zona tersebut membuat beberapa sektor lumpuh, sekolah diliburkan, mal tutup hingga dua pekan ke depan, dan semua fasilitas publik seperti taman juga ditutup untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Dampaknya, buruh dan pekerja harian lepas termasuk pedagang kaki lima, pedagang keliling, warung nasi, warung kopi serta jajanan kecil, terpaksa berhenti.

“Pedagang kaki lima (PKL) yang biasa berjualan di sekolah, di tepi-tepi jalan, pinggir taman termasuk pedagang keliling, terpaksa berhenti berjualan. Tdak ada orang lewat, apalagi pembeli,” ujar Wali Kota Malang Sutiaji melontarkan keluh kesah sejumlah PKL dan warung nasi, Jumat (3/4/2020).

Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menaruh perhatian kepada nasib mereka. Dari total anggaran Rp 58 miliar untuk penanganan Covid-19, Rp10 miliar dipastikan digelontorkan kepada para PKL, dan warga miskin.

“Sekarang kita data dari RT/RW lanjut dihimpun kelurahan untuk diteruskan ke Pemkot,” ujar Sutiaji.

Ia mengatakan, ada 17.000 warga yang bakal menerima bantuan sosial dari Pemkot Malang dengan total bantuan sebesar Rp10 miliar. Dana itu tidak hanya untuk PKL namun juga untuk warga miskin yang terdampak langsung akibat pandemi virus corona, katanya.

Menurut Sutiaji, bantuan itu akan ditransfer ke masing-masing dinas terkait. Untuk PKL di sekolah didata oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud). PKL yang berjualan di tempat wisata di data oleh Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar), dan juga kita libatkan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop).

Widianto, menambahkan, bantuan sosial uang tunai itu cair mulai hari Jumat ini. Untuk data warga miskin yang menerima bantuan, Pemkot Malang mengacu pada warga yang biasa mendapatkan bantuan non tunai seperti program keluarga harapan (PKH) sesuai data Dinas Sosial.

Kabupaten Malang
Langkah Pemkot Maang juga diikuti Pemkab Malang. Skema bantuan sosial telah disiapkan bagi mereka yang terdampak. Bupati Malang HM. Sanusi mengatakan, berdasarkan hasil rapat koordinasi, ada sekitar 90.000-an keluarga di Kabupaten Malang yang akan menerima bantuan. Tiap keluarga mendapat sembako berupa beras 10 kilogram dan telur 1 kg.

“Jalurnya nanti melalui Dinsos (dinas sosial) untuk masyarakat berpenghasilan rendah, dan sudah dilakukan pendataan bersama oleh Bappeda (Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah), melalui laporan Kelurahan,” ujar Sanusi, Jumat.

Bantuan tersebut akan dibagikan dalam tiga kali selama tanggap masa darurat korona yang ditetapkan hingga 29 Mei mendatang. Anggaran yang disiapkan sebesar Rp 21 miliar bagi 90.000-an keluarga warga miskin dan terdampak virus corona.

“Dana Rp 21 miliar ini berasal dari sejumlah anggaran peralihan dari perjalanan dinas instansi pemerintahan Kabupaten Malang selama masa tanggap darurat korona,” ujar Sanusi.

Ia berharap, adanya dana bantuan tersebut setidaknya mampu meringankan warga yang terdampak langsung dari sisi ekonomi imbas pembatasan fisik pencegahan corona.

 



Sumber: BeritaSatu.com