Ridwan Kamil Laporkan Dua Klaster Besar Terduga Positif Corona

Ridwan Kamil Laporkan Dua Klaster Besar Terduga Positif Corona
Gubernur Jabar Ridwan Kamil mendampingi Wakil Presiden Ma’ruf Amin membuka Festival Tajug dalam rangka Hari Santri Nasional 2019 di Alun-Alun Keraton Kasepuhan Cirebon, Kota Cirebon, Jumat. (22/11) (Foto: Humas Jabar / Yana)
Markus Junianto Sihaloho / CAH Jumat, 3 April 2020 | 16:44 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melaporkan adanya dua klaster besar terduga positif virus corona (Covid-19). Pertama klaster sekolah kepolisian di Sukabumi dan klaster Gereja Bethel di Bandung. 

Hal itu dilaporkan Ridwan Kamil kepada Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin dalam telekonferensi terkait perkembangan penanganan covid-19. Dari kediaman dinas di Jakarta, Jumat (3/4/2020), Wapres Ma'ruf Amin meminta laporan soal apa yang terjadi di Jabar.

Ridwan Kamil menjelaskan bahwa pihaknya mendapatkan bantuan alat tes cepat (rapid test) dari sebuah yayasan sipil dan dari Kementerian Kesehatan. Jumlahnya hingga 50.000 alat tes cepat. Dari situ, 15.000 alat test sudah digunakan.

"Dari 15.000 ini, ada 677 positif," kata Ridwan Kamil.

Baca JugaRidwan Kamil Minta Pemerintah Perbanyak Rapid Test Covid-19

Memang hasil tes tersebut belum dilaporkan resmi kepada Kementerian Kesehatan sebagai kasus terkonfirmasi. Sebab harus diklarifikasi ulang lewat swab test yang alur waktunya lebih panjang.

Nah, dari 677 terduga positif itu, yang terbesar ternyata berada di dua kluster. Pertama adalah di sebuah sekolah Kepolisian di Sukabumi, yang awalnya dari 7 orang positif.

"Kami kirim lagi rapid test, terkonfirmasi 310. Jadi mungkin sekarang kota paling banyak terkonfirmasi itu di Sukabumi. Untungnya dia berkumpul di satu sekolahan. Itu diisolasi dan kini diambil alih Kapolri," kata Ridwan Kamil.

Yang kedua adalah keberadaan 226 orang terduga positif covid-19 di sebuah klaster Gereja Bethel di Kota Bandung.

"Di Kota Bandung kurang lebih ada 200-an positif datang dari Gereja Bethel. Mereka berkumpul, pendeta melakukan sentuhan fisik. Sang pendeta dan istrinya sudah meninggal karena covid," ulas Ridwan Kamil.



Sumber: BeritaSatu.com