300.000 APD untuk Tenaga Medis Dikirim ke Daerah-daerah

300.000 APD untuk Tenaga Medis Dikirim ke Daerah-daerah
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto. ( Foto: Istimewa / BNPB )
Dina Manafe / EAS Jumat, 3 April 2020 | 18:33 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 telah mendistribusikan alat pelindung diri (APD) ke berbagai wilayah di seluruh Indonesia. Hingga hari ini, Jumat (3/4/2020) sudah lebih dari 300.000 APD yang didistribusikan. APD ini seluruhnya diperuntukkan bagi tenaga kesehatan di rumah sakit yang menangani pasien Covid-19.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan, DKI Jakarta adalah provinsi yang paling banyak mendapatkan distribusi APD, yaitu sebanyak 85.000 unit.

"Untuk seluruh jajaran rumah sakit yang memberikan layanan di Provinsi DKI Jakarta telah kita kirimkan dan telah diterima tambahan lagi sebanyak 85.000 APD,” kata Yurianto di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (3/4/2020).

Provinsi lainnya, yaitu Jawa Barat sudah didistribusikan APD sebanyak 55.000, Jawa Tengah 20.000, Jawa Timur 25.000, Yogyakarta 10.000, Bali 12.500, dan Banten 10.000 APD. Daerah lain di luar Jawa dan Bali juga didistribusikan lebih dari 5.000 untuk masing-masing provinsi.

Menurut Yurianto, jumlah APD ini belum mencukupi karena perkembangkan jumlah kasus yang terus bertambah. Pemerintah masih terus mencari dan akan mengirimkannya untuk memenuhi kebutuhan di semua daerah.

"Angka ini tentu bukan angka yang kita anggap cukup dan berhenti sampai di sini. Karena kita akan terus kirim lebih lanjut,” kata Yurianto.

Sia-sia

Namun, Yurianto mengingatkan bahwa seberapa banyak pun fasilitas kesehatan, rumah sakit, tenaga medis hingga APD dan perlengkapan yang tersedia akan menjadi sia-sia apabila masyarakat tidak ikut berpartisipasi mencegah penularan virus ini.

Kapasitas yang lengkap menjadi tidak ada artinya kalau semua orang sakit. Oleh karena itu, Yurianto kembali mengingatkan semua orang untuk sama-sama memutus mata rantai penularan corona. Bagaimana caranya ?

Pertama, putuskan kontak langsung dengan pasien positif. Jaga jarak di dalam berkomunikasi dengan siapa pun. Upayakan pada jarak lebih dari 1,5 meter sampai 2 meter. Hindari kontak lansung dengan orang lain. Hindari orang berkumpul, kerumunan orang, dan penuh sesak.

"Ini jadi kunci. Karena kita tidak pernah tahu siapa di antara kita yang sakit,” kata Yurianto.

Kedua, cuci tangan. Transmisi atau penularan virus corona lebih banyak dikarenakan cemaran droplet dari batuk dan bersin orang yang sakit dan mengenai benda lain. Benda ini yang kemudian tanpa sadar kita pegang. Dengan tangan yang tercemar tersebut kita menyentuh mulut, hidung, mata. Karena itu, selalu cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir minimal 20 detik.

Ketiga, produktif di rumah. Artinya lebih baik di rumah. Tidak perlu keluar rumah kalau tidak ada kepentingan mendesak. Lindungi diri sendiri, keluarga, orang lain, masyarakat dan bangsa Indonesia.

"Kuncinya bukan seberapa banyak rumah sakit yang disiapkan, seberapa banyak laboratorium dan peralatan yang disiapkan, tetapi seberapa banyak peran kita semua mencegah jangan sampai terjadi penularan karena ini penting,” kata Yurianto. 



Sumber: BeritaSatu.com