18 Kematian Akibat Corona di Jateng, Hanya 4 di Bawah 50 Tahun
INDEX

BISNIS-27 532.645 (0.35)   |   COMPOSITE 6373.41 (7.9)   |   DBX 1200.38 (0)   |   I-GRADE 185.572 (-1.85)   |   IDX30 530.591 (1.96)   |   IDX80 143.3 (1.12)   |   IDXBUMN20 436.746 (0.64)   |   IDXESGL 146.832 (1.65)   |   IDXG30 145.313 (-1.67)   |   IDXHIDIV20 465.476 (1.87)   |   IDXQ30 150.721 (-1.62)   |   IDXSMC-COM 298.62 (1.8)   |   IDXSMC-LIQ 374.87 (5.72)   |   IDXV30 150.9 (5.44)   |   INFOBANK15 1063.78 (-18.45)   |   Investor33 452.728 (-0.28)   |   ISSI 189.451 (1.04)   |   JII 667.742 (5.84)   |   JII70 234.615 (1.72)   |   KOMPAS100 1279.35 (2.16)   |   LQ45 988.752 (2.86)   |   MBX 1764.22 (2.52)   |   MNC36 335.71 (0.75)   |   PEFINDO25 340.233 (1.02)   |   SMInfra18 325.434 (-1.27)   |   SRI-KEHATI 386.573 (-1.21)   |  

18 Kematian Akibat Corona di Jateng, Hanya 4 di Bawah 50 Tahun

Sabtu, 4 April 2020 | 04:57 WIB
Oleh : Stefi Thenu / WBP

Semarang, Beritasatu.com - Dari 18 pasien positif virus corona (covid-19) di Jawa Tengah yang meninggal, hanya empat berusia di bawah 50 tahun. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengungkapkan, sebagian besar telah memiliki penyakit bawaan.

"Kalau dari catatan medis yang dilaporkan ke saya secara lisan mereka punya penyakit bawaan. Di rumah sakit lengkap laporannya," kata Ganjar, Jumat (3/4/2020).

Kebanyakan dari mereka, kata Ganjar, juga memiliki riwayat perjalanan dari episentrum di Indonesia maupun luar negeri. "Ada banyak yang kejadian, misalnya mereka datang dari luar negeri di sana sudah sakit terus dibawa ke sini terus meninggal. Itu contoh saja," katanya.

Per 3 April, di Jawa Tengah telah terjadi 114 kasus positif Covid-19. Dengan perincian, 85 masih dalam perawatan, 11 sembuh dan 18 telah meninggal. Dari 18 yang meninggal itu, hanya empat orang yang berusia di bawah 50 tahun.

Ganjar menyebutkan, pada 8 Maret ada dua kasus meninggal yakni perempuan berusia 59 tahun dan lelaki berusia 60 tahun. Kemudian 13 Maret perempuan 44 tahun. Pada 21 Maret laki-laki usia 77 tahun, 25 Maret laki-laki usia 22 tahun, 28 Maret laki-laki usia 65 tahun, 29 Maret laki-laki usia 70 tahun, dan 31 Maret laki-laki usia 62 tahun.

Selanjutnya pada 1 April ada tujuh yang meninggal yakni lima laki-laki usia 64, 69, dan 45, 56, dan 43 tahun serta dua perempuan usia 67 dan 72 tahun. Terakhir pada 2 April ada dua laki-laki meninggal usia 64 tahun dan 73 tahun.

Pada 2 April juga ada satu lagi yang meninggal. Data di Dinkes Jateng masih berstatus PDP (pasien dalam pemantauan) dengan hasil tes yang belum diterima. "Tapi kemungkinan besar positif," kata Ganjar.

Berdasar data laporan tersebut Ganjar mengatakan, siaran pers pemerintah pusat pada 3 April yang menyebut kasus meninggal di Jawa Tengah bertambah 11 orang bersifat akumulatif. "Bukan hari ini meninggal 11. Itu akumulasi sejak pertama sama yang kemarin. Sehingga kita yang sejak pertama mencatat, tiba-tiba ada angka sebelas yang dimasukkan. Kita juga kaget tadi membacanya. Maka setelah di clearance tidak ada. Itu akumulatif," katanya.

Ganjar juga menegaskan selaku menerima laporan real-time dari jajarannya ketika ada penambahan kasus. Tapi khusus untuk kasus pasien positif Covid-19 yang meninggal, Ganjar menyampaikan pihak rumah sakit mesti melakukan clearance terlebih dahulu. "Kalau kita sudah ada datanya. Pusat baru menginformasikan ini. Karena setiap ada yang meninggal mereka (rumah sakit) clearance dulu baru dilaporkan ke kita. Maka seringkali laporannya terlambat. Tidak otomatis ketika ada yang meninggal laporannya langsung masuk ke kita," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pemprov DIY Fokuskan Distribusi APD ke RS Non-rujukan

Jumlah total fasilitas pelayanan kesehatan yang akan menerima alat kesehatan tersebut ada 54 RS dan 121 puskesmas.

NASIONAL | 3 April 2020

Ketua Komisi III DPR Harap Pembebasan Narapidana Korupsi Penuhi Syarat

Ketua Komisi III DPR Herman Hery berharap pembebasan yang dilakukan Kemkumham itu tersebut mengacu ketentuan hukum.

NASIONAL | 3 April 2020

Wakil Wali Kota Bandung Tunggu Hasil Tes Terakhir untuk Pastikan Negatif Corona

Kondisi kesehatan Yana Mulyana sejauh ini semakin terus membaik.

NASIONAL | 3 April 2020

Mendagri: Tidak Lakukan Realokasi Anggaran, Dana Transfer Akan Dipotong

Menurut Tito Karnavian, jika terbukti tidak melakukan hal tersebut sesuai instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi), dana transfer ke daerah akan dipotong.

NASIONAL | 3 April 2020

Pasien Positif Corona di Jatim Bertambah 49 Orang

Dari 49 pasien positif Covid-19 tersebut, terbanyak adalah Kota Surabaya, dengan jumlah 33 orang.

NASIONAL | 3 April 2020

Tiga Provinsi Ini Dinilai Paling Rentan Pandemi Covid-19

Provinsi DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat dinilai paling rentan terhadap pandemi virus corona atau Covid-19.

NASIONAL | 3 April 2020

Stok Pangan Cukup, DIY Siap Hadapi PSBB

Persediaan pangan di DIY cukup hingga empat bulan ke depan.

NASIONAL | 3 April 2020

PSI: DPR Jangan Buat Masalah Baru, Tunda Pengesahan RKUHP

DPR jangan gunakan kesempatan dalam kesempitan. Fokus dan prioritaskan diri membantu pemerintah dalam menangani wabah corona.

NASIONAL | 3 April 2020

648 Napi di Bengkulu Dibebaskan Terkait Covid-19

Sebanyak 648 narapidana (napi) di Provinsi Bengkulu, dibebaskan melalui asimilasi atau bebas bersyarat terkait kasus corona atau Covid-19.

NASIONAL | 3 April 2020

Pemkot Bengkulu Data Warga Terdampak Covid-19 untuk Diberikan Sembako

Pemkot Bengkulu melakukan pendataan warga miskin terdampak wabah virus corona untuk diberikan sembako.

NASIONAL | 3 April 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS