Menyonsong Minggu Palma, Pastor Paroki Kumba Berkat Daun Palma Menyusuri Jalanan

Menyonsong Minggu Palma, Pastor Paroki Kumba Berkat Daun Palma Menyusuri Jalanan
Umat paraki Kumba dengan daun palma di tangan berdiri di tepi jalan menunggu pastor lewat memberkati daun palma mereka. ( Foto: beritasatu.com / Willy Grasias )
Willy Grasias / EHD Sabtu, 4 April 2020 | 17:32 WIB

Ruteng, Beritasatu.com - Perayaan Paskah bagi Umat Kristiani tinggal beberapa hari akan dilaksanakan. Namun, karena pandemi Covid-19 masih mengganas maka perayaan mengenang sengsara, wafat dan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus itu tidak dilaksanakan secara bersama (berkumpul) umat di gereja. Pelaksanaannya dilaksanakan masing-masing di rumah. Selain itu, pengurus gereja tetap melakukan pelayanan rohani dengan menyediakan ibadah online/live streaming atau melalui siaran radio dan TV.

Salah satu rangkaian perayaan Paskah bagi umat Kristiani, terutama umat Katolik Roma adalah Perayaan Minggu Palma, yakni mengenang Yesus memasuki Kota Yerusalem dengan menunggang seekor keledai. Waktu itu, Yesus yang dilahirkan Bunda Maria di Yerusalem,Tanah Yehuda itu dielu-elukan ribuan orang dengan berbaris di pinggir jalan sambil melambaikan daun palma.

Memperingati Perayaan Minggu Palma itu bagi umat Katolik Roma akan dilaksanakan Minggu (5/4/2020). Di Paroki Kumba, Keuskupan Ruteng, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (4/4/2020) pastor Paroki Kumba melakukan pemberkatan daun palma dengan menyusuri jalanan. Sang pastor ditemani beberapa orang menggunakan mobil bak terbuka menelusuri jalan-jalan untuk memberkati daun palma umat. Para umat berdiri di tepi jalan sambil menjaga jarak fisik (phisical distanting) dan melambaikan daun palma di tangan.

Sehari sebelumnya, umat diminta untuk menyediakan daun palma dan berdiri di jalan di depan rumah masing-masing. Imam yang melewati jalan tersebut akan memberkati umat dan daun palma umat dari atas mobil.

Dengan ini protokel pencegahan Covid-19 yaitu tetap berada di rumah, menjaga jarak, tidak berkumpul tetap dipatuhi oleh Gereja. Namun, pelayanan rohani umat tetap dilaksanakan.

Tokoh umat Bapak Stanis Tatul yang mengalami langsung peristia ini mengatakan bahwa Gereja memang harus mampu memodifikasi pelayanan di dalam situasi darurat. Beliau sangat terharu dengan berkat hari ini tanpa mengabaikan petunjuk pemerintah.

Dengan acara hari ini, Bapak Stanis menambahkan, tradisi Gereja Katolik dimana setiap tahun umat memiliki daun palma yang diberkati tetap akan terpelihara. Ia akan menggunakan daun palma ini saat mengikuti perayaan Minggu Palma keesokan harinya.

Demikianlah model perjumpaan agama dengan Covid-19. Gereja juga tetap berkontribusi dengan berdoa agar pandemik segera berlalu, dan khususnya berdoa bagi para medis yang berada di garda depan, bagi pemerintah dan semua pihak yang terlibat dalam memerangi Covid-19. Tidak hanya berdoa, gereja juga aktif mendirikan posko dan membangun solidaritas dengan aksi nyata.

 



Sumber: BeritaSatu.com