Wabah Virus Corona, Masyarakat yang Sehat Bisa Gunakan Masker Kain

Wabah Virus Corona, Masyarakat yang Sehat Bisa Gunakan Masker Kain
Pekerja menyelesaikan pembuatan masker dirumah produksi konveksi Purnama Kampung Mancogek, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (26/3/2020). Akibat penyebaran pandemi virus Corona (Covid-19) berdampak pada orderan pembuatan seragam sekolah sepi pembeli sehingga pelaku usaha konveksi beralih profesi membuat masker berbahan kain oxford, dengan memproduksi 45 lusin masker per hari, sedangkan permintaan masker mencapai 500 lusin per hari dengan harga jual Rp 35.000 per lusin. ( Foto: ANTARA FOTO / Adang Bustomi )
Ari Supriyanti Rikin / JAS Sabtu, 4 April 2020 | 17:30 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Masyarakat yang kondisinya sehat bisa menggunakan masker kain jika berada di tempat umum atau berinteraksi dengan orang lain di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Selain masker kain, ada dua jenis masker lainnya yaitu masker bedah dan masker N95 yang perlu masyarakat ketahui fungsinya.

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adi Sasmito menjelaskan, untuk masker bedah digunakan oleh tenaga kesehatan yang tidak menangani kasus infeksius. Selain itu, orang yang sakit juga diminta memakai masker jenis ini.

"Untuk masker N95 digunakan untuk tenaga medis yang menangani pasien dengan risiko infeksius tinggi," katanya dalam telekonferensi di Kantor BNPB, Jakarta, Sabtu (4/4/2020).

Dokter gigi dan perawat gigi juga diminta untuk menggunakan masker jenis N95 ini. Karena sudah ada dokter gigi yang gugur dalam menjalankan tugasnya.

Sementara itu, terkait alat pelindung diri (APD) dan masker pemerintah terus mendistribusikan ke sejumlah daerah. Sebanyak 7.000 lembar APD dan 150.000 masker sudah didistribusikan pada Sabtu (4/4) di antaranya ke Batam, Tanjung Pinang, Medan, Aceh, Balikpapan, Manado, Tarakan, Gorontalo, Palu, Pontianak, Palangkaraya dan Banjarmasin.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan, pendistribusian APD ini menjadi bukti perhatian pemerintah untuk menjamin kebutuhan daerah di semua lini layanan kesehatan dalam penanganan Covid-19.

"Tidak hanya di rumah sakit pemerintah, tetapi juga di rumah sakit swasta, klinik dan puskesmas, semua memiliki risiko sama terpapar penyakit ini," ucapnya.

Yurianto, juga berterima kasih kepada masyarakat yang sudah berdonasi dan membantu dalam penanganan Covid-19 baik diserahkan langsung ke masyarakat, pemerintah daerah atau melalui gugus tugas nasional.

"Inilah bentuk toleransi sosial yang menjadi jati diri bangsa kita," imbuhnya. 



Sumber: BeritaSatu.com