Menag Dorong Percepatan Pembayaran dan Pendistribusian Zakat

Menag Dorong Percepatan Pembayaran dan Pendistribusian Zakat
Fachrul Razi. ( Foto: Antara )
Maria Fatima Bona / JAS Sabtu, 4 April 2020 | 23:11 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi mendorong Badan Amil Zakat Nasional(Baznas) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) untuk mempercepat pembayaran dan pendistribusian zakat harta ke masyarakat.

Selain itu, dia meminta Badan Wakaf Indonesia (BWI) serta Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKS-PWU) dan para nazhir wakaf untuk menggerakkan wakaf uang dan mengoptimalkan pendayagunaan aset guna membantu memfasilitasi penanganan wabah virus corona atau Covid-19, serta membantu jaminan perlindungan hidup bagi warga masyarakat ekonomi lemah yang terdampak kondisi darurat.

"Saya sudah siapkan edaran untuk pimpinan Baznas, pusat hingga daerah, LAZ, Forum Zakat, BWI, dan LKS-PWU. Saya minta mereka melakukan percepatan pembayaran dan pendistribusian zakat, serta optimalisasi wakaf sebagai jaring pengaman sosial," kata Razi di Jakarta, Sabtu (4/4) malam.

Dalam siaran pers diterima Beritasatu.com, Menag mengatakan, langkah percepatan ini penting sejalan dengan kebijakan pemerintah yang tertuang dalam PP Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam rangka percepatan penanganan Covid-19.

Untuk itu, Razi meminta lembaga yang bergerak dalam pengelolaan zakat untuk mengajak umat Islam yang telah memenuhi kewajiban membayar zakat mal atau zakat harta untuk menunaikannya sebelum Ramadan 1441 H. Sehingga, zakat mereka bisa segera terdistribusi kepada mustahik yang membutuhkan lebih cepat.

Selanjutnya, Razi juga meminta Baznas dan LAZ memprioritaskan pendistribusian secara langsung dana zakat, infak dan sedekah yang dikelolanya untuk meringankan beban hidup, menjamin kebutuhan pokok dan menjaga daya beli warga masyarakat lapisan bawah.

Termasuk dalam kategori ini adalah rumah tangga miskin, pekerja harian di sektor informal, dan kaum ekonomi lemah serta mustahik lainnya.

Menag mengimbau, pendistribusian zakat harus dilakukan sesuai ketentuan agama dan prosedur pelayanan yang cepat, mudah, dan aman. "Kegiatan pengumpulan dan pendistribusian zakat yang karena sifat atau keadaannya harus dilakukan secara tatap muka, maka wajib memperhatikan protokol kesehatan, seperti pembatasan jarak fisik dan menghindari pengumpulan massa atau keramaian," tuturnya.

Adapun untuk zakat fitrah, kata Razi, masyarakat bisa menunaikannya sejak awal Ramadan hingga menjelang Lebaran. "Pendistribusian zakat fitrah diprioritaskan untuk kecukupan pangan dan kegembiraan fakir miskin menyambut hari raya," ujarnya.

Menag menyebutkan, dengan kondisi darurat kesehatan akibat wabah Covid-19 adalah momentum untuk mawas diri, memperkuat solidaritas dan semua komponen bangsa harus bersatu menghadapinya.



Sumber: BeritaSatu.com