PSBB Berlaku, Angkutan Umum dan Kendaraan Pribadi Boleh Beroperasi

PSBB Berlaku, Angkutan Umum dan Kendaraan Pribadi Boleh Beroperasi
Ilustrasi kereta rel listrik. ( Foto: Antara )
Anselmus Bata / AB Minggu, 5 April 2020 | 10:41 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah melalui Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto telah mengeluarkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam Rangka Percepatan Penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang mulai berlaku 3 April 2020.

Salah satu hal yang diatur dalam permenkes adalah pembatasan moda transportasi saat pemberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Meski demikian, Permenkes 9/2020 memberi pengecualian terhadap angkutan umum dan mobil pribadi. Dalam Pasal 13 angka (10), antara lain disebutkan bahwa pembatasan moda transportasi dikecualikan untuk moda transpotasi penumpang, baik umum atau pribadi, dengan memperhatikan jumlah penumpang dan menjaga jarak antarpenumpang.

Dalam lampiran Permenkes 9/2020 diperinci mengenai pembatasan moda transportasi sebagai berikut: 

A. Transportasi yang mengangkut penumpang.
Semua layanan transportasi udara, laut, kereta api, jalan raya (kendaraan umum/pribadi) tetap berjalan dengan pembatasan jumlah penumpang.

Baca juga: PSBB Diberlakukan, Ini 11 Bidang Usaha yang Tetap Boleh Beroperasi 

B. Transportasi yang mengangkut barang.
Semua layanan transportasi udara, laut, kereta api, jalan raya tetap berjalan untuk barang penting dan esensial, antara lain:
1) Angkutan truk barang utuk kebutuhan medis, kesehatan, dan sanitasi.
2) Angkutan barang untuk keperluan bahan pokok.
3) Angkutan untuk makanan dan minuman, termasuk barang seperti sayur-sayuran dan buah-buahan yang perlu distribusi ke pasar dan supermarket.
4) Angkutan untuk pengedaran uang.
5) Angkutan BBM/BBG.
6) Angkutan truk barang untuk keperluan distribusi bahan baku industri manufaktur dan assembling.
7) Angkutan truk barang untuk keperluan ekspor dan impor.
8) Angkutan truk barang dan bus untuk keperluan distribusi
barang kiriman (kurir servis, titipan kilat, dan sejenisnya).
9) Angkutan bus jemputan karyawan industri manufaktur dan assembling.
10) Angkutan kapal penyeberangan

C. Transportasi untuk layanan kebakaran, layanan hukum dan ketertiban, dan layanan darurat tetap berjalan.

D. Operasi kereta api, bandar udara dan pelabuhan laut, termasuk bandar udara dan pelabuhan laut TNI/Polri, untuk pergerakan kargo, bantuan dan evakuasi, dan organisasi operasional terkait, tetap berjalan.



Sumber: BeritaSatu.com