Hasil Rapid Test Covid-19 di Banten, 201 Warga Dinyatakan Positif

Hasil Rapid Test Covid-19 di Banten, 201 Warga Dinyatakan Positif
Petugas medis dengan memakai alat pelindung diri memperlihatkan alat Rapid Test COVID-19. ( Foto: Antara / Aswaddy Hamid )
Laurens Dami / JAS Minggu, 5 April 2020 | 20:35 WIB

Serang, Beritasatu.com -  Berdasarkan rapid test virus corona atau Covid-19 terhadap 4.197 warga di kabupaten/kota di Provinsi Banten hingga Minggu (5/4/2020), sebanyak 201 dinyatakan positif dan 3.984 hasilnya negatif serta sebanyak 12 invalid.

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Banten merincikan bahwa rapid test di Kabupaten Serang hingga 5 April 2020 dengan ketersediaan alat rapid test 1.260 unit. Jumlah orang yang dites sebanyak 786 orang. Hasilnya, sebanyak 3 orang positif dan sebanyak 783 orang negatif. Sisa alat rapid test sebanyak 474 unit.

Selanjutnya, Kabupaten Tangerang dengan jumlah alat rapid test sebanyak 2.600 unit. Jumlah orang yang dites sebanyak 674 orang. Hasilnya, sebanyak 135 orang dinyatakan positif dan 539 lainnya negatif. Sisa alat rapid test sebanyak 1.926 unit.

Kabupaten Lebak dengan jumlah alat rapid test sebanyak 800 unit. Jumlah warga yang dites sebanyak 55 orang. Hasilnya, 54 orang negatif dan 1 invalid. Sisa alat rapid test 745 unit.

Untuk Kabupaten Pandeglang, jumlah ketersediaan alat rapid test sebanyak 1.240 unit. Jumlah orang yang dites sebanyak 163 orang. Hasilnya, 1 orang dinyatakan positif dan 158 orang negatif. Sedangkan 4 lainnya dinyatakan invalid. Sisa alat rapid test sebanyak 1.077 unit.

Kota Tangerang, jumlah ketersediaan alat rapid test sebanyak 5.000 unit. Jumlah orang yang dites sebanyak 2.155 orang. Hasilnya, sebanyak 53 orang dinyatakan positif dan 2.097 orang dinyatakan negatif serta 5 lainnya invalid. Sisa alat rapid test 2.845 unit.

Kota Cilegon, dengan jumlah ketersediaan alat rapid test 560 unit. Jumlah orang yang dites sebanyak 188 orang. Hasilnya, 2 orang dinyatakan positif dan 185 negatif serta 1 invalid. Sisa alat rapid test sebanyak 372 unit.

Kota Serang, dengan jumlah ketersediaan alat rapid test 840 unit. Jumlah warga yang dites sebanyak 33 orang. Hasilnya, 32 orang dinyatakan negatif dan 1 invalid. Sisa alat rapid test sebanyak 807 unit.

Kemudian yang terakhir, Kota Tangerang Selatan, dengan ketersediaan alat rapid test sebanyak 2.600 unit. Jumlah warga yang dites sebanyak 143 orang. Hasilnya, sebanyak 7 orang dinyatakan positif dan 136 negatif.

Jadi total warga yang telah dilakukan rapid test Covid-19 di wilayah Provinsi Banten sebanyak 4.197 orang dari jumlah ketersediaan alat rapid test sebanyak 14.900 unit. Sisa alat rapid test saat ini sebanyak 10.703 unit.

Juru Bicara (Jubir) Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Banten selaku Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti, kepada Beritasatu.com, Minggu (5/4/2020) malam mengatakan, rapid test diprioritaskan pada pasien dalam pengawasan (PDP), tenaga kesehatan, orang yang memiliki riwayat kontak dengan PDP dan pasien yang terkonfirmasi Covid-19, serta masyarakat yang kontak erat dengan kasus positif Covid-19.

Menurut Ati, rapid test bukan diagnosis pasti seseorang menderita Covid-19 atau tidak melainkan hanya untuk mengetahui antibodi Imunoglobulin G (IgG) dan Imunoglobulin M (IgM) di dalam tubuh manusia.

“Diagnosa pasti tetap dengan metode PCR melalui swab lendir hidung dan tenggorokan,” ujar Ati.

Ati menjelaskan, rapid test dengan hasil reaktif artinya IgG dan IgM di dalam tubuh manusia itu positif. Dari hasil rapid test positif harus dilakukan rapid test ulang yang kedua.

“Jika rapid test yang kedua hasilnya positif juga, maka untuk diagnosis pasti tetap harus dilakukan pemeriksaan dengan metode PCR melalui swab lendir hidung dan tenggorokan,” ujarnya.



Sumber: BeritaSatu.com