Ketua MPR: Semua Wajib Pakai Masker

Ketua MPR:  Semua Wajib Pakai Masker
Calon penumpang menggunakan masker virus corona menunggu bus TransJakarta di Halte Bundaran Senayan, Jakarta, Minggu (29/3/2020). ( Foto: Antara / M Risyal Hidayat )
Markus Junianto Sihaloho / WM Senin, 6 April 2020 | 14:55 WIB

 

 

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua MPR Bambang Soesatyo menyatakan agar warga yang tak terjangkit virus Covid-19 tak berpuas diri dan seenaknya berlalu lalang. Sebab potensi penyebaran virus masih masif dimana Pemerintah masih menetapkan kondisi Pembatasan Sosial Skala Besar (PSSB).

Karena itulah, Ketua MPR mendukung seruan Pemerintah agar masyarakat menjaga kesehatan diri dan lingkungan, menerapkan physical distancing, hingga yang terbaru mewajibkan pemakaian masker.

"Memakai masker memang terlihat sepele. Namun efeknya sangat besar untuk menghadang penyebaran virus Covid-19," kata Bamsoet, sapaan akrabnya, Senin (6/4/2020).

Menurut dia, terkadang seseorang tidak menyadari apakah ia sudah terkena Covid-19 atau belum. Karenanya pemakaian masker ketika keluar rumah kini menjadi wajib.

"Gunakanlah masker kain, jangan masker medis yang lebih dibutuhkan untuk para dokter dan tenaga kesehatan," terang Bamsoet.

Dia lalu memaparkan bahwa di Asia Tenggara, Indonesia kini sudah berada di urutan ketiga jumlah positif Covid-19 mencapai 2.273 dengan 198 kematian. Peringkat pertama ditempati Malaysia yang memiliki 3.662 kasus dengan 61 kematian serta Filipina di urutan kedua yang memperoleh 3.246 kasus dengan 152 kematian.

"Dari 198 kematian, 18 di antaranya merupakan dokter. Sebagai warga negara yang baik, kini waktunya kita turut serta dalam bela negara dengan cara yang tidak terlalu rumit. Cukup dengan menjaga kebersihan dan kesehatan diri serta lingkungan, disiplin melakukan physical distancing, serta menggunakan masker jika terpaksa harus ke luar rumah," urainya.

Pada kesempatan itu, Bamsoet menyatakan pihaknya kembali memfasilitasi pemeriksaan rapid test bagi kalangan masyarakat untuk mendeteksi dini virus Covid-19. Setelah sebelumnya kepada pegawai dan staf serta wartawan di lingkungan kerja MPR, kini test dilakukan kepada anggota beberapa organisasi kemasyatakatan di antaranya ormas Gerakan Keadilan Bangun Solidaritas (Gerak BS).

Menurut dia, upaya rapid test ini tak lain bertujuan membantu pemerintah meminimalisir penyebaran sekaligus jatuh korban akibat terpapar virus Covid-19. Jika seandainya ditemukan hasil positif dalam pemeriksaan, akan segera dilaporkan kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 serta berbagai pihak terkait.

"Untuk diambil tindakan sesuai protokol kesehatan yang berlaku. Alhamdullilah dari berbagai test yang dilakukan, tidak ada yang positif terkena virus Covid-19," ujar Bamsoet.



Sumber: BeritaSatu.com