11 Hotel di Denpasar Tutup, 1.413 Karyawan Dirumahkan

11 Hotel di Denpasar Tutup, 1.413 Karyawan Dirumahkan
Ilustrasi wisatawan asing. (Foto: Antara)
I Nyoman Mardika / FER Senin, 6 April 2020 | 19:35 WIB

Denpasar, Beritasatu.com - Puluhan hotel di Kota Denpasar mulai tutup karena tidak ada wisatawan mancanegara (Wisman) yang menginap, akibat merebaknya virus corona atau Covid-19. Dampaknya, sebanyak 1.413 karyawan hotel dan restoran, terpaksa dirumahkan.

Baca Juga: Sebagian Hotel Tutup Operasional

"Hingga saat ini, tercatat 11 hotel anggota Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) menyatakan tutup hingga 6 April 2020. Selain itu, ada beberapa hotel di luar keanggotaan PHRI Kota Denpasar juga mengalami nasib yang sama,” ujar Ketua PHRI Kota Denpasar, Ida Bagus Sidharta Putra, saat dikonfirmasi Suara Pembaruan, Senin (6/4/2020).

Menurutnya, jumlah 11 hotel yang tutup adalah data dari anggota PHRI sudah tutup, namun ada juga beberapa hotel di luar anggota juga ada yang tutup, namun datanya belum masuk. Penutupan 11 hotel ini berdampak pada dirumahkannya 1.413 karyawan hotel dan restauran. Bahkan juga hotel yang melakukan PHK terhadap 31 karyawan.

"Data yang masuk ke kami 31 karyawan hotel di PHK dan 1.413 pekerja hotel dirumahkan," katanya seraya menambahkan penutupan rata-rata hotel di Denpasar bervariasi, ada hotel yang menutup sejak 21 Maret 2020, ada juga penutupan per 1 April dan berharap Mei 2020 kondisi kembali normal.

Baca Juga: Imbas Corona, Jumlah Wisatawan Turun Drastis

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Denpasar, Dezire Mulyani yang ditemui terpisah mengatakan okupansi hotel di Denpasar sudah sangat memperihatinkan dan hanya tersisa di bawah 5 persen. "Sudah jauh, sangat jauh. Di bawah 5 persen dan bahkan banyak hotel yang sudah tutup utamanya yang ada di wilayah Sanur," kata Dezire.

Dezire mengatakan para wisatawan sudah banyak yang pulang kampung atau ke negaranya karena dijemput oleh negaranya. "Sudah banyak yang balik ke negaranya, ada yang dijemput sama negaranya karena istilahnya membantu menyelamatkan warganya," katanya.

Meski sekarang ini masih ada beberapa turis mancanegara di Denpasar khususnya di Sanur, menurutnya yang masih tersisa hanya wisatawan yang tertinggal oleh rombongan. Ada juga yang memilih tinggal di Bali karena dirinya sehat dan takut terkena virus saat ke negaranya, serta wisatawan yang menjadi ekspatriat karena sudah menikah dengan orang Bali.

Baca Juga: KLHK Tutup Wisata Alam di 56 Kawasan Konservasi

Sementara itu, sambil menunggu kondisi kembali normal, pihaknya mengaku telah mempersiapkan ancang-ancang untuk memulihkan kembali sektor pariwisata di Denpasar. Jika kondisi sudah kembali normal, pihaknya akan memperkuat promosi di dalam negeri.

"Jika normal kembali, langkah pertama yang akan kami ambil ya promosi di dalam negeri dulu diperkuat. Setelahnya baru ke luar, karena kan setiap negara berbeda-beda kondisinya," katanya.



Sumber: BeritaSatu.com