Kintan Mary, Pembalap Perempuan dengan Sederet Prestasi

Kintan Mary, Pembalap Perempuan dengan Sederet Prestasi
Pembalap Kintan Mary. ( Foto: kemenpora.go.id )
Jayanty Nada Shofa / JNS Selasa, 7 April 2020 | 07:40 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Anggapan bahwa dunia balap motor hanya dimiliki kaum lelaki berhasil dipatahkan oleh Kintan Kustianti atau sosok yang akrab disapa Kintan Mary.

Gadis berusia 21 tahun ini adalah salah satu pembalap perempuan dengan segudang prestasi. Kintan mulai berlatih sejak berusia 10 tahun dan sering kali naik ke podium. Ia kemudian resmi memasuki dunia balap profesional pada tahun 2015.

Debutnya di sirkuit diawali dengan laga Kejuaraan Daerah Matic Race Sirkuit Brigif, Cimahi. Sejak laga tersebut, setidaknya sekitar 50 piala dan penghargaan sudah ia raih di dunia balap. 

Ia mengaku ketertarikannya terhadap dunia motor dikarenakan mayoritas teman bermainnya adalah kaum adam yang akrab dengan dunia otomotif. Saat ini, balap motor sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari hidupnya. 

"Memang awalnya lingkungan pertemanannya laki semua. Jadi, kebawa deh. Kalau sekarang, balap sudah jadi bagian dari hidup," jelas Kintan pada keterangan pers, Senin (6/4/2020).

Namun, impian Kintan di dunia balap motor awalnya tidak direstui orang tua. Setelah menduduki posisi keempat di usia 16 tahun, Kintan berhasil membuktikan hobi ini sebagai tempat mengukir prestasi.

Tak hanya itu, Kintan mendirikan komunitas pembalap motor perempuan dengan RX-King bernama Queen of King. Ia berharap, dengan komunitas ini, RX-King tidak lagi lekat dengan citra motor ugal-ugalan.

Adapun virus corona (Covid-19) yang kini mengintai tentu berpengaruh pada rutinitas atlet dalam berlatih. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali pun telah mengeluarkan protokol kewaspadaan bagi para atlet dalam menghadapi pandemi ini.

Namun, Kintan berpesan agar anak muda tetap semangat dan menjalani apa yang disukai meski sedang di rumah saja. Hingga saat ini, ia bahkan masih rutin berlatih dua kali dalam seminggu.

"Pokoknya semangat. Hidup harus pedih dulu. Jangan langsung enak. Biar kalian tahu rasanya berjuang dan mendapatkan hasil yang maksimal itu sangat nikmat," tutupnya.



Sumber: kemenpora.go.id