DPR Minta TNI Dilibatkan Penuh Tangani Covid-19

DPR Minta TNI Dilibatkan Penuh Tangani Covid-19
Personel Polrestro Bekasi, Damkar Kabupaten Bekasi, PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi serta TNI melakukan penyemprotan disinfektan di Jalan Pantura, Kabupaten Bekasi, Selasa, 31 Maret 2020. ( Foto: Suara Pembaruan/Mikael Niman )
Carlos KY Paath / YS Selasa, 7 April 2020 | 07:52 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi I DPR meminta TNI dilibatkan penuh dalam proses penanganan virus Corona jenis baru atau Covid-19. Sebab peranan TNI terkait penanganan masih belum dioptimalkan.

Demikian disampaikan anggota Komisi I Willy Aditya kepada wartawan seusai rapat kerja Komisi I dengan Menteri Pertahanan dan Panglima TNI di Jakarta, Senin (6/4/2020).

Menurut Willy, TNI merupakan entitas yang memiliki kelengkapan infrastruktur dan sistem komando untuk membantu mengatasi wabah Covid-19.

"Pelibatan TNI jangan setengah-setengah di gugus tugas penanganan Covid-19, apalagi TNI juga punya OMSP atau operasi militer selain perang," kata Willy.

Willy menuturkan, dalam konteks penanganan Covid-19, TNI bisa dioptimalkan di berbagai sektor. Willy menyatakatan, dalam Pasal 7 Ayat 2 Undang-Undang (UU) Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI menerangkan wujud dari OMSP. Misalnya membantu tugas pemerintah daerah, termasuk Polri dalam rangka tugas keamanan dan ketertiban masyarakat.

Selain itu juga ikut membantu menanggulangi akibat bencana alam, pengungsian dan pemberian bantuan kemanusiaan. Melalui peran dan fungsi yang dimilikinya tersebut, Willy menyatakan, TNI bisa mengambil peran untuk mengatasi problem distribusi alat pelindung diri (APD).

Lebih dari itu, TNI pun dapat merekomendasikan agar pabrik-pabrik garmen dan tekstil dikerahkan untuk memproduksi segala kebutuhan APD bagi tenaga medis. Di sisi lain, mengenai bidang jumlah tenaga medis, lanjut Willy, TNI bisa memberikan kebutuhan personel yang dinilai cukup senjang dengan potensi jumlah korban yang terpapar virus.

"Ini semenstinya menjadi modal luar biasa dalam rangka menangani wabah virus. Ini juga sekaligus menjadi wujud dari kesemestaan dari sistem pertahanan kita dalam rangka perang melawan Covid-19. Peran-peran dalam OMSP ini bisa dimainkan oleh TNI sebenarnya," ungkap Willy.

Willy pun menyebutkan, "Dengan segala kemampuan dan kapasitas tersebut, mestinya tidak terjadi kelambatan dan ketidakpaduan penanganan seperti yang kita rasakan sekarang ini. Pekerjaan rumahnya adalah seberapa mampu pemerintah mengoptimalkan segala sumber daya ini."

Willy menilai peran penanganan Covid-19 oleh gugus tugas masih belum optimal. Hal ini bisa dilihat dari berbagai laporan mengenai distribusi APD, arus mudik di berbagai daerah, hingga pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang belum juga kunjung terlaksana.



Sumber: Suara Pembaruan