Ketua MA Terpilih Harus Utamakan Independensi dan Integritas

Ketua MA Terpilih Harus Utamakan Independensi dan Integritas
Layar menampilkan "live streaming" Wakil Ketua Mahkamah Agung bidang Yudisial Syarifuddin memberikan pidato saat Sidang Paripurna Khusus Pemilihan Ketua Mahkamah Agung periode 2020-2025 dari Gedung MA di Jakarta, Senin, 6 April 2020. ( Foto: Beritasatu Photo / Joanito De Saojoao )
Yeremia Sukoyo / YS Selasa, 7 April 2020 | 08:40 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Muhammad Syarifuddin terpilih untuk menjabat ketua Mahkamah Agung (MA) periode 2020-2025. Terpilihnya Syarifuddin diharapkan dapat membawa MA untuk menjawab berbagai tantangan berat upaya penegakkan hukum di Indonesia.

Praktisi Hukum Johan Imanuel menegaskan, terpilihnya Syarifuddin diharapkan dapat selalu terus mengedepankan independensi dan integritas MA sebagai sebuah lembaga.

"Tentunya harapan dari semua kalangan bahwa Ketua MA yang baru akan selalu mengedepankan independensi dan integritas di seluruh Lingkup MA," kata Johan Imanuel, di Jakarta, Senin (6/4/2020).

Selain itu, dengan terpilihnya Syarifuddin juga diharapkan dapat menjawab berbagai macam tantangan ataupun yang timbul dalam era digitalisasi seperti saat ini. Termasuk, dalam upaya terobosan yang dilakukan MA dalam menerapkan persidangan elektronik (E-court) selama wabah virus corona.

"Kita ketahui bersama bahwa pelaksanaan E-court bagi pihak yang bersengketa belum berjalan sempurna sehingga harus disempurnakan benar-benar E-court (Secara Elektronik). Termasuk dalam kondisi saat ini di tengah Covid 19 menjadi Pandemik," ujarnya.

Anggota Tim Advokasi Amicus itu menekankan adanya tantangan lain yang juga harus dihadapi MA ke depannya. Di antaranya yakni MA harus menegaskan segara peraturan perundang-undangan terkait hukum acara seperti implementasi Pembatasan Paralegal di persidangan harus tegas sesuai dengan Putusan MA No 22P/HUM/2018 dan harus berlaku di seluruh peradilan.

"Selain itu juga harus dapat memperkuat pengawasan atas kode etik para hakim dan seluruh perangkat di seluruh pengadilan agar dapat bekerja taat hukum dan sesuai dengan sumpah jabatan," kata Johan.



Sumber: Suara Pembaruan