Penyaluran Bantuan untuk Warga Terdampak Covid-19 di Jabar Mulai Pertengahan April

Penyaluran Bantuan untuk Warga Terdampak Covid-19 di Jabar Mulai Pertengahan April
Patut Ditiru! Ridwan Kamil dan PNS Jabar Potong Gaji Bantu Perangi Corona ( Foto: Youtube.com/BeritaSatu / BSTV )
Adi Marsiela / JEM Selasa, 7 April 2020 | 11:26 WIB

Bandung, Beritasatu.com - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil memproyeksikan pembagian bantuan bagi masyarakat yang terkena dampak pandemi Covid-19 di Jawa Barat berlangsung pada pertengahan April 2020 mendatang.

Pemerintahan Provinsi Jawa Barat mengalokasikan dana Rp 3,2 triliun untuk jaring pengaman sosial bagi mereka yang terancam miskin akibat pemberlakukan jaga jarak saat pandemi COVID-19 ini.

“Yang dibantu jaring pengaman sosial adalah yang menurut sensus ekonomi tahun lalu berada di 40 persen ekonomi terbawah,” kata Ridwan dalam unggahan Instagram-nya, Senin, 6 April 2020.

Menurut dia, masyarakat yang berada pada kelompok 25 persen ekonomi terbawah akan mendapat bantuan dari pemerintah pusat lewat Kartu Sembako dan Kartu Program Keluarga harapan (PKH). “Mereka yang jadi pengangguran akan dibantu Kartu Prakerja,” imbuh Ridwan yang mengelompokkan kategori ini dalam golongan A.

Sementara mereka yang berada dalam rentang 25-40 persen ekonomi terbawah dikategorikan sebagai golongan B. “Tadinya hidup mandiri. Kelompok ini jatuh pada (kelompok) rawan miskin karena Covid,” terang Ridwan.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat bakal membagikan dana bantuan sosial dengan nominal Rp 500 ribu per kepala keluarga per bulan. Bantuan itu terdiri dari uang tunai dengan nominal Rp 150 ribu sementara sisanya Rp 350 ribu dalam bentuk bahan keperluan pokok atau pangan.

“Pendataan golongan B sedang dilakukan oleh RT, RW. Insya Allah jika lancar, pertengahan April sudah bisa didistribusikan. Jika yang merasa berhak namun terlewat pendataan, akan dilakukan revisi data di gelombang berikutnya,” tutur Ridwan.

Untuk mendukung perekonomian, Ridwan mengatur distribusi bahan pangan itu harus dibeli dari pedagang pasar yang didukung Bulog. Para calon penerima bantuan itu akan didata PT Pos Indonesia. Nantinya, barang-barang kebutuhan pokok atau pangan itu akan dikirimkan pengemudi ojek daring dan pangkalan kepada mereka yang berhak dapat bantuan



Sumber: BeritaSatu.com