Jokowi Kritik Dana Desa Baru Tersalurkan 13 Persen

Jokowi Kritik Dana Desa Baru Tersalurkan 13 Persen
Joko Widodo. ( Foto: Antara )
Lenny Tristia Tambun / MPA Selasa, 7 April 2020 | 12:55 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengkritik dana desa yang baru tersalurkan sebanyak 13 persen dari total nilai sebesar Rp 72 triliun. Padahal dana desa bisa digunakan untuk dua hal, yakni untuk bantuan sosial (bansos) warga yang terdampak pandemi virus corona atau Covid-19 dan program padat karya tunai.

Berdasarkan laporan yang diterima Jokowi pada akhir Maret 2020, total dana desa sebesar Rp 72 triliun. Namun yang tersalurkan hingga Maret 2020 baru 13 persen atau sebesar Rp 9,3 triliun dari total dana desa yang dialokasikan. Atau baru sebesar 32 persen jika dihitung dari pagu tahap pertama Rp 28 triliun

“Laporan yang saya terima di akhir Maret 2020, dana desa yang tersalur baru 32 persen yaitu hanya pada posisi angka Rp 9,3 triliun dari pagu tahap yang pertama Rp 28 triliun. Artinya dari total Rp 72 triliun baru 13 persen, masih kecil sekali. Ini yang harus dipercepat,” kata Jokowi saat membuka rapat terbatas (ratas) yang membahas percepatan program padat karya tunai melalui video conference dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (7/4/2020).

Agar penyaluran dana desa dapat dipercepat dan diterima oleh masyarakat desa, Jokowi menginstruksikan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi membuat panduan pedoman untuk menyelenggarakan program padat karya tunai di desa.

“Saya minta dari Kementerian Desa membuat pedoman, memberikan panduan agar program padat karya tunai bisa betul-betul masif dan tepat sasaran,” ujar Jokowi.

Ia menginginkan program padat karya tunai ini diberikan prioritas pada keluarga-keluarga miskin. Juga diberikan pada pengangguran dan yang setengah menganggur. “Dan kalau bisa upah kerja diberikan setiap hari tapi kalau tidak bisa ya satu minggu,” terangnya.

Tak hanya itu, ia mengingatkan pelaksanaan program padat karya tunai dilakukan mengikuti protokol kesehatan dengan pengawasan secara ketat.

"Saya ingatkan, agar pelaksanaan padat karya tunai menjalankan protokol kesehatan yang ketat. Menjaga jarak, memakai masker sehingga pelaksanaan program padat karya tunai tidak mengganggu upaya kita untuk memutus rantai Covid-19,” imbau Jokowi.



Sumber: BeritaSatu.com