Waspada Kejahatan dan Terorisme Selama Pandemi Covid-19

Waspada Kejahatan dan Terorisme Selama Pandemi Covid-19
Ridlwan Habib. ( Foto: Antara )
Yeremia Sukoyo / BW Selasa, 7 April 2020 | 13:09 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Wabah Covid-19 masih melanda Indonesia. Jumlah pasien yang dilaporkan terinfeksi pun terus meningkat. Pusat bisnis ditutup dan perekonomian melemah. Kondisi seperti ini dinilai rawan menimbulkan kejahatan dan kriminalitas.

"Semua perlu waspada, karena situasi sulit bisa memicu kejahatan, termasuk tindakan terorisme," kata pengamat intelijen Ridlwan Habib di Jakarta, Selasa (7/4/2020).

Menurutnya, aparat keamanan tidak boleh lengah selama situasi wabah Covid-19. Pengamanan objek vital diingatkan harus terus dilakukan tanpa terkecuali.

"Pengamanan objek vital tetap harus dijaga untuk antisipasi," ujar alumni S2 kajian Stratejik Intelijen UI tersebut.

Pada akhir Maret lalu, Densus 88 Mabes Polri membongkar jaringan terorisme JAD di Batang, Jawa Tengah. Satu orang tewas karena melawan petugas saat hendak ditangkap.

"Dalam situasi panik menghadapi pandemi, aparat keamanan harus tetap waspada pada potensi terorisme dan radikalisme ekstrem," ucapnya.

Selain itu, ada sekitar 30.000 tahanan yang akan dibebaskan dari lapas untuk mengantisipasi penularan Covid-19.

"Walaupun sudah melalui proses seleksi yang ketat, jumlah sebanyak itu tetap harus diwaspadai," katanya.

Dia menjelaskan, bagi kelompok teror, penjara justru menjadi ladang perekrutan mereka. Dalam kasus bom Thamrin misalnya, kelompok JAD merekrut napi kasus curanmor sebagai eksekutor pengeboman.

"Ancaman terorisme dan radikalisme ekstrem juga harus menjadi perhatian di samping upaya pemerintah mengatasi wabah Covid-19," tutupnya.



Sumber: Suara Pembaruan