Tangani Covid-19, Pemprov Bengkulu Pastikan Tak Potong Gaji ASN

Tangani Covid-19, Pemprov Bengkulu Pastikan Tak Potong Gaji ASN
Sosialisasi pencegahan penyebaran virus "corona". ( Foto: Antara )
Usmin / JEM Selasa, 7 April 2020 | 13:32 WIB

Bengkulu, Beritasatu.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu, pastikan tidak akan memotong gaji aparatur sipil negara (ASN) di lingkup pemerintahan provinsi untuk penanganan wabah virus corona atau Covid-19. Namun Pemprov Bengkulu akan membuka rekening dan menerima sumbangan masyarakat yang ingin meringankan beban pemerintah dalam menangani wabah tersebut.

"Kita pastikan Pemprov Bengkulu, tidak asal potong gaji ASN untuk penanggulangan virus corona di daerah ini. Kita membuka rekening donasi bagi masyarakat  yang ingin menyumbang dana untuk penanggulangan Covid-19 di Bengkulu," kata Sekda Pemprov Bengkulu, Hamka Sabri, di Bengkulu, Selasa (7/4/2020).

Ia mengatakan, rekening Covid-19 Pemprov Bengkulu akan dikelola oleh Biro Pemkesra, termasuk penyaluran dan penggunannya akan dibuka secara transparan kepada publik. Hal ini dilakukan agar tidak ada prasangka buruh dari masyarakat.

"Bagi masyarakat yang akan menyumbang dana penangganan virus corona di Bengkulu, silakan disalurkan melalui rekening pemprov setempat. Donasi masyarakat akan kita pertanggungjawabkan secara transparan," ujarnya.

Ditambahkan Hamka Sabri, dalam penanganan wabah virus corona Pemprov Bengkulu, tidak akan asal potong terhadap gaji pejabat dan ASN. "Sebab, gaji untuk anak istri mereka, makanya kita pilih membuka rekening donasi," ujarnya.

Dalam penanganan wabah virus corona daerah ini, Pemprov Bengkulu, masih membutuhkan APD, masker, alat rapid test dan kebutuhan tim medis dan tim kesehatan lainnya.

Selain itu, Pemprov Bengkulu juga butuh dana besar untuk jaringan pengaman sosial berupa bantuan sembako kepada warga miskin yang terdampak langsung dari wabah virus corona di daerah ini.

Meskipun Pemprov Bengkulu, sudah menganggarkan dana penangganan Covid-19 di APBD sebesar Rp 35 miliar, tapi dana ini belum cukup jika wabah virus ini masih berkepanjangan. Karena itu, Pemprov Bengkulu membuka rekening donasi tersebut.

"Kita sangat yakin simpati dan empati dari masyarakat sangat di percaya dapat membantu percepatan penanganan Covid-19 di Provinsi Bengkulu. Jadi, bantuan dan sumbangsi masyarakat sangat kita harapkan," ujarnya.

Terkait stok peralatan medis, Hamka Sabri mengatakan, stok alat medis berupa APD bantuan dari Kemkes saat masih ada, tetapi terbatas dan hanya diperuntukan bagi tim medis di rumah sakit.

Namun, masih ada perlengkapan lain, yang butuhkan tenaga medis, seperti sarung tangan medis, yang dibutuhkan seluruh kru mulai dari perawat hingga cleaning service di rumah sakit rujukan maupun di rumah sakit pembantu penanganan Covid-19.

Rekening Covid-19 Pemprov Bengkulu itu sendiri telah dibuka dua hari lalu melalui rekening Bank BRI Cabang Bengkulu 0115.01.003820.309 atas nama Biro Kesra Pemprov Bengkulu. Hingga saat ini telah terkumpul sebanyak Rp 44 juta.

Ditegaskas, sampai ini Pemprov Bengkulu, belum merencanakan untuk memotong gaji ASN maupun anggota DPRD untuk penanganan visu korona di daerah ini. Sebab, untuk memotong gaji ASN dan DPRD harus ada payung hukum yang jelas.



Sumber: BeritaSatu.com