Menkeu Paparkan Biaya Pemulasaraan Jenazah Covid-19

Menkeu Paparkan Biaya Pemulasaraan Jenazah Covid-19
Petugas pemakaman menurunkan peti jenazah pasien Covid-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Senin 30 Maret 2020. (Foto: Antara Foto)
Herman / EAS Selasa, 7 April 2020 | 14:16 WIB

Jakarta, Beritasatu.com- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan bahwa seluruh biaya pengobatan untuk pasien yang positif terinfeksi Covid-19 akan ditanggung oleh pemerintah, termasuk di dalamnya tentang perhitungan tarif khusus untuk pemulasaraan jenazah.

Adapun anggaran untuk perawatan pasien akan disentralisasi melalui Kementerian Kesehatan. Langkah ini diambil karena BPJS Kesehatan sesuai dengan aturan yang berlaku tidak bisa men-cover penyakit yang sudah menjadi pandemi global. Sehingga beban biaya pelayanan kesehatan atas penanganan bencana wabah Covid-19 ini diambil dari APBN maupun APBD.

"Kemarin, Senin (6/4/2020), saya mengeluarkan surat kepada Menteri Kesehatan untuk satuan biaya bagi pasien Covid di rumah sakit yang bisa ditagihkan ke dalam APBN. Itu sudah ada satuan biayanya. Jadi dalam Rp 75 triliun itu (subsidi bidang kesehatan) mengcover seluruh kebutuhan terkait Covid-19," kata Sri Mulyani saat konferensi pers usai mengikuti rapat terbatas (Ratas) bersama Presiden Joko Widodo mengenai Percepatan Program Padat Karya Tunai, Selasa (7/4/2020).

Berdasarkan surat nomor S-275/MK.02/2020 tersebut, perhitungan tarif khusus untuk pemulasaraan jenazah, biayanya sebagai berikut:

1. Pemulasaraan jenazah Rp 550.000

2. Kantong jenazah Rp 100.000

3. Peti jenazah Rp 1,75 juta

4. Plastik erat Rp 260.000

5. Desinfektan jenazah Rp 100.000

6. Transport mobil jenazah Rp 500.000

7. Desinfektan mobil jenazah Rp 100.000

Menkeu dalam suratnya juga menyebutkan, untuk rumah sakit yang merujuk pasien Covid-19 ke rumah sakit rujukan dan rumah sakit lain yang memberikan pelayanan pasien Covid-19 diberlakukan norma pembayaran sebagai berikut :

1. Merawat ≤ 6 jam, dibayar tarif INA-CBGs rawat jalan

2. Merawat > 6 jam – 2 hari dibayar 70% dari tarif klaim.

3. Merawat > 2 – 5 hari dibayar 80% dari tarif klaim

4. Merawat > 5 hari dibayar 100% dari tarif klaim

Sementara itu, bagi rumah sakit yang mendapatkan bantuan APB dan obat-obatan dari donator maupun pemerintah, maka akan dilakukan pengurangan dari klaim yang diterima. Sedangkan untuk pasien Covid-19 yang sudah dinyatakan sembuh (status pulang) yang masih memerlukan perawatan, maka manfaat pelayanan selanjutnya berubah menjadi pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional dan/atau pelayanan umum.

 



Sumber: BeritaSatu.com