Bantuan 7.000 APD Diserahkan ke Dokter Gigi dan Spesialis THT

Bantuan 7.000 APD Diserahkan ke Dokter Gigi dan Spesialis THT
Alat pelindung diri. ( Foto: Antara )
Dina Manafe / EAS Selasa, 7 April 2020 | 15:10 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menyerahkan bantuan 7.000 alat pelindung diri (APD) dan perlengkapan kesehatan lainnya ke dokter gigi dan spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT). Diharapkan dengan APD ini bisa melindungi tenaga kesehatan dari potensi tertular Covid-19.

"Pada kesempatan ini gugus tugas ingin memastikan semua dokter, bukan hanya dokter yang berjaga di rumah sakit rujukan Covid-19, tetapi semua dokter. Mulai saat ini kita berikan upaya maksimal melindungi para dokter, baik dokter di rumah sakit maupun tempat lainnya,” kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekaligus Ketua Gugus Tugas Covid-19, Doni Monardo di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (7/4/2020).

Doni mengatakan, dari total jumlah bantuan APD tersebut, sebanyak 5.000 di antaranya diserahkan ke Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI). Sedangkan 2.000 unit lagi diberikan ke Perhimpunan Dokter Spesialis THT, Bedah Kepala, Leher, Indonesia (Perhati KL).

Ketua Pengurus Besar PDGI drg Hananto Seno mengapresiasi bantuan APD tersebut. Bantuan ini akan segera didistribusikan ke sejumlah daerah yang sudah terjangkit Covid-19.

"Bantuan ini akan kami distribusikan ke daerah merah atau merah sekali dan daerah tertentu yang telah terjangkit wabah di mana sejawat kita telah gugur di sana,” kata Hananto.

Menurut Hananto, dokter gigi merupakan tenaga kesehatan yang berhubungan langsung dengan masyarakat dan berisiko tinggi tertular wabah Covid-19. Dari catatan PDGI, ada enam dokter gigi yang telah meninggal dunia akibat virus ini.

Ketua Perhati KL Prof Jenny Bashiruddin turut mengapresiasi bantuan APD dari Gugus Tugas. Menurut dia, bantuan APD itu akan menambah semangat bekerja para spesialis THT yang berada di garda terdepan merawat pasien Covid-19. Sama seperti dokter gigi, menurut Jenny, dokter THT punya kontak erat dengan pasien, sehingga rentan untuk tertular.

"Kita tahu dalam praktiknya ahli THT sangat close contact dengan pasien, sehingga kami sudah membuat beberapa pedoman dan contoh, harus pakai APD lengkap setidaknya level 2, masker N95,” kata Jenny.

Jenny mengatakan, banyak keluhan dari cabang organisasi di daerah bahwa mereka kekurangan masker N95. Organisasi Perhati KL sudah coba untuk menyediakannya, tetapi jumlahnya terbatas. Bantuan ini akan diserahkan ke seluruh ahli THT di Indonesia. Ia berharap bantuan APD ini terus diberikan secara berkala sesuai dengan kebutuhan para tenaga kesehatan di lapangan.



Sumber: BeritaSatu.com