Warga Tolak Pemakaman Pasien Corona di Jayapura

Warga Tolak Pemakaman Pasien Corona di Jayapura
Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Indonesia dan Papua Nugini, Yonif Mekanis Raider 411/Pdw Kostrad turut membantu Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Merauke melakukan penyemprotan disinfektan di wilayah perbatasan RI-PNG tepatnya di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Sota, Kampung Sota, Distrik Sota, Papua, Jumat, 3 April 2020. ( Foto: Istimewa / Puspen TNI )
Robert Isidorus / FMB Selasa, 7 April 2020 | 17:38 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Seorang pasien virus corona (Covid-19) yang selama ini dirawat di RS Marthen Indey Jayapura meninggal dunia. Kabar tersebut disampaikan Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano Selasa (7/4/2020). Pasien yang berusia 43 tahun ini sudah menjalani perawatan sejak seminggu lalu.

"Pasien kita satu meninggal info dari Dinkes Kota Jayapura di RS Marthen Indey,’’ ujar Benhur. Pasien meninggal Selasa (7/4/2020) pukul 02.00 WIT.

"Nansamwami teman-teman semua, Tuhan jaga kitong semua tetap suarakan kebenaran yang transparan, jaga jarak, pakai masker, jangan lupa berdoa, tetap di rumah,’’ tambahnya.

Pasien usia 43 tahun ini tinggal di Entrop Jayapura dan merupakan pasien kedua di Kota Jayapura yang meninggal dunia dan pasien ketiga untuk Provinsi Papua. Sebelumnya juga minggu lalu seorang pasien positif meninggal dunia di Timika, Mimika.

Pemakaman jenazahnya di Kota Jayapura ditolak warga Buper Waena. Walau sempat mendapat halangan, namun Selasa siang, jenazah akhirnya berhasil dimakamkan di Pemakaman Muslim Buper Waena, Jayapura.

Wakil Wali Kota Jayapura yang juga Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jayapura, Rustan Saru mengakui bila ada sekelompok warga yang sempat menghalangi proses pemakaman jenazah korban Covid-19 yang meninggal Selasa subuh di RS Marthen Indey tersebut.

"Iya memang tadi sempat ada beberapa warga yang datang ke pemakaman dan menolak jenazah dimakamkan di sana, tetapi kami sudah koordinasi dengan mereka dan dibantu juga tadi dengan aparat kepolisian yang jaga,” ujarnya.

Menurut Rustan, warga yang memprotes dan menolak jenazah khawatir akan terjangkit virus corona.

“Kami tadi juga sudah jelaskan ke mereka dan kita rencana besok akan bertemu mereka, kita akan datangkan orang Amdal dan kedokteran biar kasih penjelasan lebih lengkap ke mereka,” ujarnya.

Sebelumnya seorang pasien Covid-19 meninggal dunia di RS Dian Harapan, Minggu (5/4/2020) lalu dan sudah dimakamkan di Kompleks Pemakaman Buper Waena.

Data Gugus Tugas Penanggulangan dan Pencegahan Covid-19 Kota Jayapura pasien positif 12 orang, sebelumnya tercatat 1 orang meninggal dunia, 3 sembuh dan 8 menjalani perawatan, PDP 21 orang dan ODP 1.261 orang.



Sumber: BeritaSatu.com