Karena Corona, Pemakaman Polisi Maksimal Dihadiri 20 Orang

Karena Corona, Pemakaman Polisi Maksimal Dihadiri 20 Orang
Tim khusus pengamanan pemakaman jenasah yang terjangkit virus corona atau Covid-19. ( Foto: Dokumen Humas Polda Metro Jaya )
Farouk Arnaz / FMB Selasa, 7 April 2020 | 17:54 WIB

Jakarta, Beritasatu.com — Asisten Sumber Daya Manusia Polri Irjen Eko Indra Heri mengeluarkan aturan tambahan di tengah situasi pandemi virus corona (Covid-19).

Setelah mengeluarkan larangan untuk menggelar pesta baik pernikahan, khitanan, dan ulang tahun, kali ini jenderal bintang dua itu mengeluarkan aturan dalam masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) atau lockdown.

Ada beberapa poin yang diatur dalam PSBB termasuk bilamana ada anggota Polri yang meninggal di masa pandemi Covid-19 ini. Mereka masih berhak mendapatkan pemakaman secara kedinasan di lingkungan Polri.

“Yang meninggal bukan karena Covid-19 dapat dilaksanakan pemakaman secara kedinasan dihadiri maksimal 20 orang,” tulis Eko.

Lalu untuk anggota Polri yang meninggal dan dilaksanakan pemakaman dengan standar Covid-19 maka, ”dapat dilaksanakan pemakaman kedinasan maksimal 20 orang dengan menggunakan alat pelindung diri.”

Sebelumnya Eko juga telah mengeluarkan larangan bagi anggota Polri menggelar family gathering, olahraga bersama, reuni, deklarasi, pembinaan tradisi, atau kegiatan lain yang mengumpulkan orang.

Ini semua menyusul Maklumat Kapolri nomor Mak/2/III/2020 tertanggal 19 Maret 2020 dalam antisipasi meningkatnya penyebaran Covid-19.



Sumber: BeritaSatu.com