ASN Kota Serang Berstatus PDP Covid-19 Meninggal Dunia di Jakarta

ASN Kota Serang Berstatus PDP Covid-19 Meninggal Dunia di Jakarta
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Serang bersama Relawan Banten Melawan Corona (RBMC) menyumbangkan wastafel portable di tiga titik di Kota Serang sebagai tempat cuci tangan buat warga guna mencegah penyebaran virus corona (Covid-19). ( Foto: Suara Pembaruan / Laurens Dami )
Laurens Dami / JEM Selasa, 7 April 2020 | 18:08 WIB

Serang, Beritasatu.com - Seorang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Serang, yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) meninggal di RSUD Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (6/4/2020).

ASN yang berinisial SBS (58) tersebut bekerja di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Serang.
Sebelum meninggal dunia, almarhum mendapat perawatan intensif dengan status PDP virus Covid-19.

Kepala Dinas Kominfo Kota Serang selaku Jubir Gugus Tugas Penanganan Covid-119 Kota Serang, Hari Pamungkas kepada wartawan menjelaskan bahwa pada saat dirawat di RS, almarhum berstatus PDP.

“Status beliau waktu dirawat PDP. Untuk penyebabnya secara pasti belum dapat informasi lebih jauh dari Dinkes di sana (Jakarta Selatan). Meninggal karena penyakit bawaan atau terpapar Covid-19,” kata Hari kepada wartawan, Selasa (7/4/2020).

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Serang Wahyu Nurjamil mengatakan bahwa almarhum izin tidak masuk kerja sejak 19 Maret 2020 lalu. “Beliau tinggal di Jakarta. “Setiap hari yang bersangkutan pulang pergi Serang-Jakarta,” kata Wahyu.

Menurut Wahyu, almarhum memiliki riwayat penyakit paru dan lambung. “Sudah tidak masuk sejak tanggal 19 Maret. Tapi saya belum dapat informasi pasti penyebab kematiannya,” kata dia.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Serang M Ikbal menyarankan agar setiap orang yang pernah kontak langsung dengan almarhum agar melakukan isolasi mandiri sebagai antisipasi agar tidak terjadi penularan.
“Dalam protokol kesehatan yang pernah kontak dengan yang diduga Covid kalau tak ada keluhan silakan isolasi mandiri,” ujar Ikbal.

Tidak hanya itu, salah satu PDP Covid-19 asal Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon juga meninggal dunia di Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM) Cilegon, Selasa (7/4/2020) sekitar pukul 10.00 WIB.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon, Arriadna mengatakan sebelum meninggal pasien PDP tersebut telah dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banten, namun berdasarkan hasil swab pasien tersebut dinyatakan negatif.
Almarhum kemudian dirujuk kembali ke RSKM Cilegon dan mendapatkan perawatan hingga beberapa hari dan kemudian dinyatakan meninggal dunia.

“Almarhumah ini sudah dilakukan pemeriksaan swab dari tenggorkannya, dilakukan pemeriksaan PCR Covid-19 dan sudah dinyatakan negatif per tanggal 3 April lalu, pasien ini juga selain dinyatakan PDP, juga menderita penyakit stroke,” ujar Arriadna saat menggelar konferensi pers di Gedung Diskominfo Kota Cilegon didampingi Kapolres Cilegon, AKBP Yudhis Wibisana,

Komandan Kodim (Dandim) 0623 Cilegon Letkol Arm Rico Ricardo Sirait, Manager Pelayanan Medis RSKM Cilegon, Prijo Wahjuana. Meski dinyatakan negatif, lanjut Arriadna, pemulasaraan jenazah almarhumah tetap dilakukan sesuai prosedur Covid-19.

“Bukan karena apa-apa karena ibu ini sudah dinyatakan PDP dan dinyatakan belum sembuh sebelumnya, walaupun ada penyakit stroke,” jelasnya.

Dia mengimbau kepada masyarakat tak ada sosial stigma terkait adanya almarhum PDP ini. “Warga tidak perlu khawatir karena sebelumnya almarhum ini dinyatakan negatif,” imbaunya.



Sumber: BeritaSatu.com