Pandemi Corona, Indonesia Terima 52 Bantuan Internasional

Pandemi Corona, Indonesia Terima 52 Bantuan Internasional
Menlu Retno Marsudi saat menyampaikan keterangan pers di kantor Kemenlu, Kamis (5/3/2020). ( Foto: Kemlu.go.id )
Carlos KY Paath / FER Selasa, 7 April 2020 | 18:15 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno LP Marsudi mengungkapkan, Indonesia menerima 52 bantuan internasional untuk penanganan virus corona jenis baru atau Covid-19. Bantuan tersebut, berasal dari pemerintah dan swasta sejumlah negara.

Baca Juga: 31 WNI Positif Corona di Singapura

Berdasarkan data Kementerian Luar Negeri (Kemlu) negara-negara yang sudah membantu antara lain Jepang, Amerika, Singapura, Tiongkok, Vietnam, Korea Selatan (Korsel), Australia, dan Uni Emirat Arab (UEA).

"Bantuan tersebut memang bukan hanya dari pemerintah, tetapi juga dari swasta. Bantuan biasanya terkait dengan alat-alat kesehatan. Ada yang berupa masker, ada yang berupa test kit, ada yang berupa APD, dan ada juga yang berupa ventilator, ada hand sanitizer, spray disinfektan, dan sebagainya," kata Retno saat rapat Komisi I DPR dengan Menlu secara virtual, Selasa (7/4/2020).

Retno menambahkan Turki pun menawarkan kerja sama business-to-business (B2B) terkait alat rapid test. Meski begitu, pemerintah masih melakukan kajian terhadap tawaran yang disampaikan oleh Turki tersebut.

Baca Juga: Corona Meluas, Opsi Utang ke IMF Tak Bisa Dihindari

"Karena begini, misalnya Turki mengatakan bahwa mereka punya rapid test jenisnya ini dan sebagainya, yang kita lakukan adalah daftar jenis rapid test ini kita sampaikan kepada tim di Gugus Tugas. Di situ ada beberapa sub yang khusus untuk menangani masalah, katakanlah rapid test, dan kemudian mereka melakukan komunikasi dengan dubes kita yang ada di Ankara," jelas Retno.

Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kemlu, Cecep Herawan menyampaikan, rincian 52 bantuan internasional. "Kami mencatat terdapat 52 dukungan internasional yang kita terima, 8 dari bantuan dari pemerintah, 6 bantuan dari organisasi atau entitas internasional, dan 38 dukungan dari non-pemerintah atau swasta," kata Cecep.

Cecep menambahkan bantuan dari organisasi internasional di antaranya dari WHO, UNDP, dan Global Fund. Sedangkan 38 bantuan dari swasta dan NGO datang dari beberapa negara.

Baca Juga: Menlu Usulkan KTT ASEAN Digelar Virtual

"Berkenaan dengan dukungan dari non-pemerintah atau swasta, kita mencatat terdapat 38 dukungan yang berawal dari swasta ataupun NGO dari 6 negara, yaitu Tiongkok, Singapura, Korsel, Vietnam, Prancis, dan Rusia. Mayoritas dukungan atau bantuan berupa alat kesehatan juga beberapa bantuan teknis lainnya," pungkasnya.



Sumber: BeritaSatu.com