Cegah Penularan Corona, 14.354 Spesimen Diperiksa dengan PCR

Cegah Penularan Corona, 14.354 Spesimen Diperiksa dengan PCR
Achmad Yurianto. ( Foto: Antara / Dhemas Reviyanto )
Ari Suprianti Rikin / JAS Selasa, 7 April 2020 | 21:02 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah bergerak cepat mencegah penularan virus corona (Covid-19), salah satunya dengan memeriksa 14.354 spesimen dengan metode polymerase chain reaction (PCR) realtime dari lebih dari 300 rumah sakit rujukan.

Rumah sakit rujukan tersebut antara lain rumah sakit umum pemerintah, BUMN, TNI/Polri, dan swasta.

Selain itu 17.616 relawan juga sudah direkrut untuk bekerja dalam satu sistem memutus rantai penularan Covid-19. Bantuan dari berbagai lapisan masyarakat juga mencapai Rp 82,9 miliar untuk membantu sesama di tengah pandemi Covid-19.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan, upaya ini tidak bisa berjalan sendiri, perlu peran serta masyarakat sebagai ujung tombak menghentikan pandemi Covid-19.

"Saya ingatkan kembali untuk menjaga jarak, batasi aktivitas sosial, gunakan masker maka kita bisa melindungi diri sendiri, cuci tangan sesering mungkin dengan sabun selama 20 detik, jaga jarak komunikasi sosial dan tetap berada di rumah," katanya dalam telekonferensi di Kantor BNPB, Jakarta, Selasa (7/4/2020).

Hal yang juga harus dilakukan adalah tidak melakukan perjalanan ke mana pun, entah itu ke kampung halaman, ke rumah saudara. Komunikasi dengan alat komunikasi. Hal ini butuh partisipasi semuanya.

Ia pun mengingatkan, di musim pancaroba ini, perlu juga selain mencegah penularan Covid-19 juga memberantas sarang nyamuk. Karena di masa pancaroba muncul kasus demam berdarah yang juga sangat rawan dan memiliki angka kematian yang tinggi.

Sementara itu, hingga Selasa (7/4/2020) pukul 12.00 WIB ada penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 247 kasus sehingga total kasus positif Covid-19 di Indonesia mencapai 2.738 orang. Untuk pasien sembuh bertambah 12 orang sehingga menjadi 204 orang dan meninggal bertambah 12 orang sehingga total menjadi 221 orang.

Gambaran ini menunjukkan masih terjadi penularan dari orang sakit yang terinfeksi virus namun tanpa gejala dan masih berada di tengah-tengah masyarakat.

"Mari lindungi diri kita, tetangga kita, orang tua, sanak saudara kita dan bangsa kita. Semua harus yakin dan optimis, Indonesia pasti bisa, pasti bisa," ucapnya.

 



Sumber: BeritaSatu.com