Tangerang Raya Berlakukan PSBB Terintegrasi dengan DKI Jakarta

Tangerang Raya Berlakukan PSBB Terintegrasi dengan DKI Jakarta
Gubernur Banten Wahidin Halim. ( Foto: Beritasatu Photo / Laurens Dami )
Laurens Dami / EHD Selasa, 7 April 2020 | 20:44 WIB

Serang, Beritasatu.com - Pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk DKI Jakarta harus dilakukan secara terintegrasi dengan Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Bodetabek). Khusus terkait Tangerang Raya dalam hal ini Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan, Gubernur Banten Wahidin Halim sepakat untuk diberlakukan PSBB terintegrasi dengan DKI Jakarta.

Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan, pihaknya bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri dan Kepala BNPB Doni Monardo telah melakukan rapat terbatas melalui teleconference dengan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin, Selasa (7/4/2020).

“Saya selaku Gubernur Banten mengusulkan agar PSBB yang ditetapkan untuk DKI Jakarta harus juga menjadi satu kesatuan (reintegrasi) dengan Tangerang Raya yang masuk wilayah Jabodetabek,” ujar Wahidin.

Wahidin mengatakan, dalam rapat tersebut sepakat untuk pemberlakuan PSBB secara terintegrasi dengan DKI Jakarta. “Kami dalam hal ini, bupati, wali kota, dan gubernur diminta oleh Wakil Presiden untuk segera menyampaikan kepada Menteri Kesehatan terkait pemberlakuan PSBBB," ujar Wahidin Halim.

Wahidin mengatakan bahwa pihaknya juga mengusulkan agar kekurangan alat kesehatan hendaknya juga didukung oleh Pemerintah Pusat. "Kita mengusulkan agar dalam kaitan dengan penganggaran perlu dipertimbangkan kembali dukungan Pemerintah Pusat, termasuk untuk wilayah Jabodetabek," ujarnya.

Wahidin kembali menegaskan bahwa rapat secara teleconference dengan Wakil Presiden Ma’ruf Amin tersebut telah menyepakati, setuju untuk dilakukan integrasi dalam PSBB. Bupati, wali kota, dan gubernur diminta untuk segera menyampaikan surat kepada Menteri Kesehatan Republik Indonesia.

"Ini yang menjadi penting. Karena kita sepakat bahwa Jakarta dan Tangerang Raya masuk episentrum, termasuk zona merah, yang berkaitan dengan penyebaran virus corna (Covid-19)," jelasnya.

Wahidin menegaskan, konsentrasi Pemprov Banten saat ini adalah, bahwa PSBB yang pertama adalah untuk wilayah Tangerang Raya. Karena tren dan kecenderungan penyebaran Covid-19 terus meningkat.

"Di samping itu, kesiapan dan kemampuan daerah kabupaten/kota dan provinsi untuk memberikan dukungan social safety net atau jaring pengaman sosial yang di dalamnya memberikan subsidi untuk pengamanan sosial. Kita berharap sudah disiapkan oleh tiga kabupaten/kota (Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan)," ujarnya.

Wahidin mengatakan, untuk kabupaten/kota di luar Tangerang Raya, akan terus dipantau perkembangannya. Sejauh ini, Kabupaten Serang, Kota Serang, Kota Cilegon, Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak, masih terbilang aman, hanya ada orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP).  “Kita masih melihat belum adanya kecenderungan peningkatan secara tajam di beberapa kabupaten/ kota lain di Banten. Namun ini tetap akan kita kaji," pungkasnya.



Sumber: BeritaSatu.com