Dinkes Jateng: Hasil Rapid Test 53 Orang Positif Corona

Dinkes Jateng: Hasil Rapid Test 53 Orang Positif Corona
Petugas medis dengan memakai alat pelindung diri memperlihatkan alat Rapid Test COVID-19. ( Foto: Antara / Aswaddy Hamid )
Stefy Tenu / IDS Selasa, 7 April 2020 | 19:46 WIB

Semarang, Beritasatu.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Tengah telah melakukan rapid test atau tes cepat untuk mendeteksi virus corona. Dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah, ada sekitar 6.200 orang yang telah menjalani tes ini.

Kepala Dinkes Jawa Tengah (Jateng) dr Yulianto Prabowo mengatakan, rapid test telah dilakukan kepada 6.200 orang.

"Yang dilaporkan hasil tesnya 3.500 orang. Yang positif (corona) 53 orang," kata Yulianto, Selasa (7/4/2020).

Menurutnya, ke-53 orang yang positif itu tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Kala disinggung apakah ada tenaga medis yang kena Covid-19, Yuli membenarkan hal tersebut. Namun pihaknya masih harus melakukan verifikasi lebih lanjut. Seperti halnya apakah mereka tertular saat sedang merawat pasien atau seusai mengikuti kegiatan di luar.

"Tenaga medis yang kena ada, tetapi belum kita rilis jumlahnya karena baru kita verifikasi lagi. Jadi positifnya apakah karena pas bekerja, merawat terus tertular, atau mengikuti suatu kegiatan. Contohnya mengikuti seminar kena, itu beda dengan apabila pas merawat pasien. Semua ini baru kita pilah-pilah," tambahnya.

Diakuinya, melalui tes cepat itu akhirnya Dinkes Jateng bisa menemukan kasus baru. Jateng sendiri telah menerima 8.400 alat tes cepat. Pengecekan menggunakan rapid test diprioritaskan kepada orang dalam pengawasan (ODP).

Yuli mengingatkan agar warga bisa menghindari terpapar virus dengan berbagai cara. Mulai dari menjaga daya tahan tubuh, rajin cuci tangan, dan pakai masker. Termasuk pula makan dengan gizi seimbang dan hindari makanan cepat saja, serta berpikir optimistis dan tidak marah-marah.

Menanggapi hal itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menuturkan, warga yang positif corona akan menjalani isolasi. Sampai sekarang proses pengetesan dengan rapid test terus berjalan. Dalam tes cepat itu, ada dua kolom yang bisa dilakukan, yakni kolom dilakukan oleh rumah sakit, dan dinkes.

"Ini masih berjalan terus menerus," kata Ganjar.

Gubernur menambahkan, semua warga yang pulang mudik diisolasi. Dari desa membuat isolasi khusus, dan isolasi mandiri atau di rumah. Dengan catatan, mereka yang menjalani isolasi di rumah harus dikontrol dokter puskesmas, bidan, hingga RT dan RW.

"Memang ini sedang kita gerakkan di tingkat desa," ujarnya.



Sumber: BeritaSatu.com