Ray Rangkuti: Jokowi Harus Tampil Bisa Atasi Krisis

Ray Rangkuti: Jokowi Harus Tampil Bisa Atasi Krisis
Joko Widodo. ( Foto: Antara )
Robert Wardy / WM Selasa, 7 April 2020 | 16:36 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Koordinator Lingkar Masyarakat Madani Indonesia (Lima) Ray Rangkuti meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar bisa tampil sebagai presiden yang mampu mengelola krisis secara menyeluruh akibat wabah Covid 19 atau virus corona. Seluruh keputusan politik harus terlihat merupakan kebijakan yang dibuat oleh Jokowi.

"Membiarkan bayang-bayang kekuatan lain muncul dalam krisis ini dapat menurunkan wibawanya. Munculnya kritik yang luas atas peran LBP (Luhut Binsar Pandjaitan, Red) akhir-akhir ini, sebaiknya disikap dengan seksama oleh presiden. Jangan sampai beliau membiarkan persepsi bahwa seolah-olah ada kekuatan lain yang bisa mengarahkannya," kata Ray di Jakarta, Selasa (7/4/2020).

Ia menjelaskan, banyak warga yang tidak puas dengan cara pemerintah menangani wabah virus corona yang sudah menyebar ke seluruh Nusantara. Banyak masyarakat, bahkan kepala daerah tidak terlalu percaya tentang data, solusi, dan cara pemerintah pusat dalam menangani wabah ini.

Akibatnya, rasa optimisme bahwa negara ini bisa keluar dari wabah ini sangat rendah. Malah banyak warga yang lebih berharap pada kebaikan alam.

Anehnya, di saat seperti ini, muncul berbagai sikap dan langkah pemerintah yang justru menambah ketidakpercayaan dan sekaligus ketidaksukaan pada pemerintah.

Antara lain, rencana pembebasan narapidana (napi) koruptor, pernyataan para pejabat yang meremehkan masyarakat, rencana pembangunan ibu kota negara, dan rencana melanjutkan pembahasan RUU Cipta Lapangan Kerja yang masuk program omnibus law.

"Sejatinya dalam suasana seperti saat ini, yang dibutuhkan pemerintah adalah meningkatkan solidaritas, membangkitkan optimisme, dan melibatkan secara sukarela partisipasi masyarakat. Imbauan hanya efektif bila pemerintahnya dipercaya dan dicintai masyarakat. Berbagai himbauan pemerintah seperti tidak jalan di lapangan sebagai indikasi meredupnya kepercayaan dan kecintaan masyarakat pada pemimpinnya," tutur Ray.

Dia menegaskan, ada beberapa langkah agar bisa mengembalikan kepercayaan. Pertama, tunda membicarakan RUU Omnibus Law. Kedua, hentikan wacana membebaskan Npi koruptor. Ketiga, hentikan berbagai pernyataan pejabat negara yang saling tabrakan. Keempat, lakukan transparansi data terkait dengan wabah Covid 19.

"Presiden harus menarik perwakilan dari pembahasan RUU Omnibus Law Cipta Kerja. Dengan begitu, presiden memperlihatkan sikap yang peduli pada upaya menghadapi wabah corona ini," tutup Ray.



Sumber: BeritaSatu.com