Ray Rangkuti: Jokowi Harus Tampil Bisa Atasi Krisis
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Ray Rangkuti: Jokowi Harus Tampil Bisa Atasi Krisis

Selasa, 7 April 2020 | 16:36 WIB
Oleh : Robert Wardy / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Koordinator Lingkar Masyarakat Madani Indonesia (Lima) Ray Rangkuti meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar bisa tampil sebagai presiden yang mampu mengelola krisis secara menyeluruh akibat wabah Covid 19 atau virus corona. Seluruh keputusan politik harus terlihat merupakan kebijakan yang dibuat oleh Jokowi.

"Membiarkan bayang-bayang kekuatan lain muncul dalam krisis ini dapat menurunkan wibawanya. Munculnya kritik yang luas atas peran LBP (Luhut Binsar Pandjaitan, Red) akhir-akhir ini, sebaiknya disikap dengan seksama oleh presiden. Jangan sampai beliau membiarkan persepsi bahwa seolah-olah ada kekuatan lain yang bisa mengarahkannya," kata Ray di Jakarta, Selasa (7/4/2020).

Ia menjelaskan, banyak warga yang tidak puas dengan cara pemerintah menangani wabah virus corona yang sudah menyebar ke seluruh Nusantara. Banyak masyarakat, bahkan kepala daerah tidak terlalu percaya tentang data, solusi, dan cara pemerintah pusat dalam menangani wabah ini.

Akibatnya, rasa optimisme bahwa negara ini bisa keluar dari wabah ini sangat rendah. Malah banyak warga yang lebih berharap pada kebaikan alam.

Anehnya, di saat seperti ini, muncul berbagai sikap dan langkah pemerintah yang justru menambah ketidakpercayaan dan sekaligus ketidaksukaan pada pemerintah.

Antara lain, rencana pembebasan narapidana (napi) koruptor, pernyataan para pejabat yang meremehkan masyarakat, rencana pembangunan ibu kota negara, dan rencana melanjutkan pembahasan RUU Cipta Lapangan Kerja yang masuk program omnibus law.

"Sejatinya dalam suasana seperti saat ini, yang dibutuhkan pemerintah adalah meningkatkan solidaritas, membangkitkan optimisme, dan melibatkan secara sukarela partisipasi masyarakat. Imbauan hanya efektif bila pemerintahnya dipercaya dan dicintai masyarakat. Berbagai himbauan pemerintah seperti tidak jalan di lapangan sebagai indikasi meredupnya kepercayaan dan kecintaan masyarakat pada pemimpinnya," tutur Ray.

Dia menegaskan, ada beberapa langkah agar bisa mengembalikan kepercayaan. Pertama, tunda membicarakan RUU Omnibus Law. Kedua, hentikan wacana membebaskan Npi koruptor. Ketiga, hentikan berbagai pernyataan pejabat negara yang saling tabrakan. Keempat, lakukan transparansi data terkait dengan wabah Covid 19.

"Presiden harus menarik perwakilan dari pembahasan RUU Omnibus Law Cipta Kerja. Dengan begitu, presiden memperlihatkan sikap yang peduli pada upaya menghadapi wabah corona ini," tutup Ray.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kelebihan Kapasitas Lapas Bisa Ditekan Jika Kemkumham Jalankan Rekomendasi KPK

Persoalan kelebihan kapasitas Lapas yang membuat pemerintah ketar ketir di tengah pandemi corona seperti saat ini seharusnya tidak perlu terjadi

NASIONAL | 7 April 2020

Kondisi 2 Pasien Positif Covid-19 di RSUD Yunus Bengkulu Terus Membaik

Kondisi kesehatan dua pasien positif terpapar virus corona atau Covid-19, yang kini menjalani perawatan secara intensif di RSUD Yunus Bengkulu, terus membaik.

NASIONAL | 7 April 2020

Komisioner KPK Yakin Syarifuddin Bakal Bersih-bersih di MA

Nawawi Pomolango menyampaikan selamat atas terpilihnya Muhammad Syarifuddin sebagai Ketua MA 2020-2025. Nawawi meyakini Syarifuddin bakal membawa MA lebih baik.

NASIONAL | 7 April 2020

Di Jatim, 42 Pasien Corona Sembuh, 14 Meninggal

42 orang pasien Covid-19 di Jatim sembuh.

NASIONAL | 7 April 2020

Warga Jambi Antusias Gunakan Masker di Luar Rumah

Warga Jambi antusias pakai masker di luar rumah.

NASIONAL | 7 April 2020

Awasi Anggaran Corona, KPK: Ada Hukuman Mati Bagi Koruptor Terkait Bencana

KPK bakal mengawasi pengelolaan anggaran yang berhubungan dengan penanganan virus corona, termasuk anggaran pilkada yang dialihkan untuk menanganinya.

NASIONAL | 7 April 2020

Bupati Bengkayang Dituntut 6 Tahun Penjara Atas Perkara Suap Proyek

Bupati Bengkayang dihukum enam tahun penjara.

NASIONAL | 7 April 2020

DIY Belum Terima Kepastian Klaim Pasien Covid-19 Lewat BPJS

DI Yogyakarta belum terima keputusan pemerintah soal biaya perawatan pasien Covid-19.

NASIONAL | 7 April 2020

Asrama Haji Siapkan 5 Ruang Isolasi untuk PDP Covid-19

Asrama haji di Pondok Gede Jakarta siap menjadi ruang isolasi bagi pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19.

NASIONAL | 7 April 2020

Kondisi Kesehatan 2 Pasien Positif Covid-19 di RSU Yunus Bengkulu Terus Membaik

Kondisi dua kesehatan pasien Covid-19 di Bengkulu membaik.

NASIONAL | 7 April 2020


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS